
Sabtu, 04 Oktober 2025
Rimbo Bujang (MIN 4 TEBO) – Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil 'Alamin (P5RA) di MIN 4 Tebo tidak berjalan asal-asalan. Justru, aktivitas sehari-hari siswa sering menjadi inspirasi bagi guru untuk mengaitkan pembelajaran dengan nilai kearifan lokal. Salah satunya terlihat ketika siswa membawa mainan sederhana seperti kelereng dan karet gelang.
Alih-alih melarang atau menyita, guru kelas 3B Risma Handayani memanfaatkan kebiasaan tersebut sebagai bahan projek. Dengan tema kearifan lokal, permainan tradisional seperti kelereng dan lompat karet dimasukkan ke dalam aktivitas P5RA. Guru menyusun langkah kagiatan mulai dari pengenalan hingga mengajarkan teknis detil kecil seperti cara menyambung karet gelang menjadi panjang, dan seterusnya. Cara ini menjadi pendekatan kreatif untuk mengenalkan nilai budaya, kebersamaan, dan sportivitas melalui media yang dekat dengan dunia anak.
Meski permainan tersebut bukan asli dari Tebo maupun budaya Melayu Jambi, keberadaannya sudah menyatu dalam kehidupan masyarakat. Permainan tradisional ini telah menjadi bagian dari budaya nasional yang diwariskan secara turun-temurun. Siswa MIN 4 Tebo pun merasakan bahwa permainan sederhana itu tetap relevan di tengah derasnya arus permainan digital.
Mayoritas siswa yang merupakan keturunan keluarga transmigran membawa kekayaan latar belakang budaya masing-masing. Kehadiran permainan tradisional menjadi titik temu untuk saling mengenal, sekaligus sarana memperkuat identitas kebersamaan sebagai pelajar madrasah.
Dengan mengangkat permainan tradisional dalam P5RA, MIN 4 Tebo tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga membangun pengalaman belajar yang bermakna. Dari kelereng dan karet gelang, tumbuh nilai kebudayaan dan karakter yang selaras dengan tujuan pendidikan madrasah.
*Bass
|
69x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...