
Senin, 06 Oktober 2025
Rimbo Bujang (MIN 4 TEBO) – Suasana kelas 5B pagi itu tampak lebih tenang dari biasanya. Setiap siswa menunduk serius di atas kertas, menulis dengan penuh konsentrasi. Pembelajaran Bahasa Indonesia hari ini mengambil tema menulis surat pribadi, namun bukan surat biasa. Mereka menulis surat untuk sosok yang mereka jumpai setiap hari—guru mereka sendiri.
Kegiatan menulis ini bukan sekadar latihan menulis formal, melainkan ruang berekspresi yang memberi kesempatan bagi siswa untuk menyampaikan isi hati mereka. Ada yang menulis tentang rasa terima kasih, ada pula yang menumpahkan unek-unek kecil dari keseharian belajar. Beberapa surat bahkan berisi candaan ringan dan permintaan sederhana seperti ucapan ulang tahun atau harapan agar ruang kelas dipasangi lebih banyak lagi hiasan.
Setelah semua surat dikumpulkan, Puji Basuki selaku guru kelas membacanya satu per satu. Beberapa isi surat membuatnya tersenyum, beberapa lainnya justru menyentuh hati. Dari tulisan sederhana para siswa, tergambar betapa kuat hubungan emosional antara guru dan murid yang terjalin selama proses belajar berlangsung. Surat-surat itu menjadi cermin bagaimana anak-anak memahami, menilai, dan menghargai sosok pendidik di depan mereka.
Kegiatan menulis surat ini menjadi pembelajaran bermakna yang melampaui aspek kebahasaan. Anak-anak tidak hanya belajar struktur surat dan tata bahasa, tetapi juga belajar mengungkapkan perasaan dengan jujur dan sopan. Aktivitas ini menumbuhkan empati, kedekatan emosional, serta meningkatkan keterampilan literasi yang kontekstual.
Dari tumpukan surat sederhana itu, lahirlah refleksi mendalam bagi guru dan siswa. Menulis ternyata bukan sekadar menyusun kata, tetapi juga menjalin hati. Di kelas 5B, kegiatan menulis surat pribadi hari itu menjadi pengalaman belajar yang membekas, bukan hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi sang guru yang menerimanya dengan penuh makna.
*Bass
|
44x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...