
Minggu, 19 Oktober 2025
Rimbo Bujang (MIN 4 TEBO) – Dalam rangkaian kegiatan Spogomi—kompetisi memungut dan memilah sampah yang digelar bersama Yakult beberapa waktu lalu—MIN 4 Tebo menyisipkan agenda edukasi terpisah bertajuk “Menghargai Koin”. Sambil siswa berlomba membersihkan lingkungan sekitar madrasah, guru bersama tim yakult membuka pos khusus tempat mereka bisa menyetorkan uang logam pecahan berapa pun untuk ditukarkan dengan produk Yakult sesuai nilai nominal tertentu. Langkah ini diambil sebagai respons atas kecenderungan siswa yang nyaris tidak pernah menggunakan koin, dengan alasan “tidak laku”, “berat”, atau “takut hilang”.
Fenomena itu mengkhawatirkan, bukan karena nilainya kecil, tetapi karena mencerminkan sikap meremehkan salah satu bentuk sah mata uang negara. Di pos penukaran, guru tidak hanya menghitung koin, tetapi juga menjelaskan bahwa setiap logam—meski hanya Rp100 atau Rp200—tetap berlaku secara hukum dan bisa digunakan dalam transaksi nyata. “Ini bukan cuma buat beli Yakult,” demikian pesan yang disampaikan secara implisit melalui aktivitas, “tapi bisa untuk beli apa saja, asal nilainya cukup.”
Kegiatan ini berjalan paralel dengan Spogomi, sehingga siswa yang selesai memungut sampah bisa langsung mampir ke pos koin. Banyak yang datang membawa uang logam dari celengan lama, sisa belanja, atau bahkan koin yang ditemukan di sela-sela kegiatan bersih-bersih. Antusiasme muncul bukan karena hadiahnya, melainkan karena mereka merasa “uang kecil” mereka ternyata dihargai—bukan dibuang atau diabaikan seperti biasa.
Program ini juga menjadi pengingat halus bahwa menghargai uang bukan soal nominal, melainkan soal sikap. Di tengah arus digitalisasi pembayaran, koin fisik memang semakin jarang digunakan, tetapi bukan berarti kehilangan nilainya. MIN 4 Tebo memilih menyikapinya bukan dengan larangan, melainkan dengan menciptakan konteks di mana koin kembali “berbicara”—melalui tindakan nyata, bukan ceramah.
Dengan menggabungkan aksi lingkungan dan edukasi ekonomi dalam satu rangkaian kegiatan, MIN 4 Tebo menunjukkan bahwa pendidikan karakter bisa hadir dalam bentuk yang ringan namun bermakna. Dan kadang, pelajaran terpenting datang bukan dari lembaran soal, melainkan dari sekeping logam kecil yang selama ini dianggap remeh.
*Bass
|
45x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...