
Kamis, 06 November 2025
Rimbo Bujang (MIN 4 TEBO) – Suasana halaman madrasah pada waktu istirahat tampak semarak. Beberapa siswi MIN 4 Tebo terlihat asyik bermain lompat karet, sementara kelompok siswa laki-laki di sisi lain sibuk dengan permainan kelereng. Meski sederhana, permainan tradisional seperti ini masih bertahan di tengah gempuran permainan digital.
Madrasah memberi ruang bagi anak-anak untuk bermain asal tidak mengganggu jam pembelajaran. Aktivitas ini dinilai penting karena selain memberi hiburan, permainan tradisional juga mengandung nilai edukatif. Anak-anak belajar ketangkasan, kerja sama, serta kejujuran dalam suasana yang menyenangkan.
Permainan lompat karet misalnya, tidak hanya melatih kelincahan tubuh tetapi juga meningkatkan koordinasi motorik kasar dan konsentrasi. Dalam kelompok kecil, anak-anak belajar menunggu giliran dan menghargai teman yang sedang bermain. Hal serupa juga terlihat pada permainan kelereng yang melatih ketepatan, kesabaran, dan sportifitas.
Bagi MIN 4 Tebo, permainan tradisional adalah bagian dari pendidikan karakter yang alami. Anak tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi sosial di lingkungan madrasah. Nilai-nilai seperti kebersamaan, kemandirian, dan kesederhanaan tumbuh dengan sendirinya melalui kegiatan semacam ini.
Upaya menjaga keberlanjutan permainan tradisional menjadi bukti bahwa MIN 4 Tebo tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga peduli terhadap pelestarian budaya bangsa dan pembentukan karakter siswa.
*Bass
|
244x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...