
Rabu, 12 November 2025
Rimbo Bujang (MIN 4 TEBO) - Di lapangan madrasah pagi ini tampak para siswa kelas 5B berbaris rapi dengan mata tertutup. Guru mereka, Puji Basuki, berdiri di depan barisan sambil membawa daftar berisi lebih dari dua puluh pernyataan reflektif bertema Hari Ayah. Permainannya sederhana: setiap kali mendengar pernyataan yang sesuai dengan pengalaman mereka, siswa diminta melangkah maju satu langkah.
“Maju satu langkah jika ayahmu yang lebih sering mengantarmu ke madrasah,” ucap guru dengan lantang. Sebagian siswa melangkah maju, sebagian tetap diam. Lalu disusul pertanyaan lain: “Maju satu langkah jika ayahmu suka menemanimu bermain meski sedang lelah.” Suasana hening sejenak, hanya terdengar langkah kecil yang bergeser.
Hingga permainan berakhir, barisan siswa sudah tidak lagi lurus. Ada yang berada di depan, ada yang masih di belakang. Saat penutup mata dibuka, anak-anak saling memandang dengan perasaan campur aduk. Guru kemudian mengajak mereka merenung sejenak tentang arti kedekatan dengan ayah, bahwa setiap keluarga punya cara sendiri menunjukkan kasih sayang.
Usai refleksi singkat, para siswa masuk kembali ke kelas dan menuliskan surat untuk ayah mereka. Suasana berubah menjadi tenang, hanya terdengar suara pena dan pensil menari di atas kertas. Guru berkeliling, sesekali menepuk bahu siswa yang tampak terharu.
Melalui permainan sederhana ini, anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga belajar mengenal rasa syukur dan menghargai kehadiran orang tua. Sebuah pembelajaran karakter yang membekas mendalam.
*Bass
|
393x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...