
Jumat, 14 November 2025
Rimbo Bujang (MIN 4 TEBO) – Pembelajaran matematika di kelas 5B berlangsung lebih hidup ketika materi pecahan diajarkan melalui permainan aktif. Metode ini dirancang oleh guru kelas, Puji Basuki, untuk membantu siswa memahami konsep pecahan dengan cara bergerak dan berinteraksi secara langsung. Dengan 14 siswa yang hadir, kegiatan dimulai dengan pembentukan satu kelompok besar membentuk dua baris, tujuh di depan dan tujuh di belakang, sebagai latihan awal mengenali bentuk pecahan sederhana melalui perbandingan posisi berdiri dan jongkok.
Guru kemudian menuliskan pecahan seperti 3/14, 9/14, dan 7/14 di papan tulis. Setiap pecahan diterjemahkan siswa ke dalam formasi gerak, misalnya 3/14 berarti tiga siswa berdiri sementara sebelas lainnya jongkok. Proses ini adalah pengenalan yang membantu siswa memahami bahwa pecahan adalah bagian dari keseluruhan yang dapat divisualisasikan melalui representasi tubuh.
Setelah siswa memahami konsepnya, kegiatan inti permainan dilakukan dengan formasi “kereta api” untuk membuat suasana yang menyenangkan. Siswa membentuk barisan panjang sambil berkeliling dengan menyanyikan lagu-lagu ceria.

Ketika guru menunjukkan kartu berisi pecahan seperti 3/4, siswa spontan membentuk kelompok sesuai pecahan tersebut, yakni tiga orang berdiri dan satu orang jongkok. Karena jumlah siswa masih cukup untuk dipecah menjadi beberapa kelompok, mereka bergerak cepat mencari posisi untuk membentuk kelompok berikutnya. Beberapa siswa yang tidak mendapatkan kelompok otomatis memisahkan diri, menambah dinamika permainan.

Kegiatan diulangi hingga beberapa kali dengan variasi pecahan yang beragam, 8/11, 5/9, dan seterusnya. Keseruan permainan terlihat dari suara tawa, teriakan spontan, dan ekspresi bingung yang muncul ketika siswa berlomba membentuk kelompok dengan cepat. Situasi seperti ini justru menjadi momen pembelajaran, karena mereka belajar berkoordinasi dan memahami konsep matematika sambil bergerak. Pendekatan ini memadukan pemahaman kognitif dan interaksi fisik.

Melalui aktivitas ini, pembelajaran matematika terasa lebih mudah dicerna karena siswa mengalami sendiri konsep pecahan. Madrasah menilai metode pembelajaran aktif seperti ini efektif meningkatkan keterlibatan siswa, sekaligus membuat materi yang biasanya abstrak menjadi lebih konkret dan menyenangkan.
*Bass
|
269x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...