
Rabu, 26 November 2025
Rimbo Bujang (MIN 4 TEBO) – Meski dengan jumlah guru yang terbatas dan tanpa sistem guru piket, MIN 4 Tebo hampir tidak pernah mengalami kelas kosong akibat ketiadaan guru. Kunci dari kelancaran proses pembelajaran ini terletak pada dedikasi tinggi dan sistem gotong royong yang telah mendarah daging di antara para pendidik. Setiap guru yang berhalangan hadir selalu melapor kepada kepala madrasah, sehingga segera dicarikan solusi pengganti.
Sistem yang terbangun secara organik ini mengandalkan fleksibilitas dan kesediaan para guru untuk saling membantu. Bila ada guru yang berhalangan dan kebetulan ada rekan dengan jam kosong, dengan sigap ia akan masuk menggantikan kelas yang ditinggalkan. Semua dilakukan tanpa keluhan, karena mengutamakan hak siswa untuk tetap mendapatkan pembelajaran yang layak.
Dalam situasi dimana semua guru sedang mengajar, madrasah menerapkan sistem penggabungan kelas setingkat atau penugasan terpandu. Guru kelas terdekat akan memberikan tugas terstruktur sehingga siswa tetap belajar meski tanpa guru kelasnya. Langkah ini memastikan tidak ada waktu belajar yang terbuang percuma.
Komitmen kolektif ini lahir dari kesadaran bersama akan pentingnya konsistensi proses pembelajaran. Para guru memahami bahwa ketidakhadiran mereka tidak boleh merugikan proses belajar siswa. Kepala Madrasah senantiasa memantau dan mengatur penugasan pengganti dengan adil.
MIN 4 Tebo membuktikan bahwa keterbatasan jumlah guru tidak menjadi penghalang untuk memberikan layanan pendidikan terbaik. Semangat gotong royong dan dedikasi dari hati telah menjadi budaya positif yang mengakar kuat di madrasah, memastikan setiap siswa mendapatkan hak pendidikannya secara penuh.
*Bass
|
280x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...