
Rabu, 7 Januari 2026
Rimbo Bujang (MIN 4 Tebo) - Menindaklanjuti terbitnya Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025, Kepala Madrasah beserta seluruh guru MIN 4 Tebo menggelar rapat persiapan implementasi untuk Semester Genap Tahun Pelajaran 2025/2026. Rapat menghasilkan perubahan signifikan dalam struktur jadwal, terutama pada alokasi dan pelaksanaan kegiatan kokurikuler.
KMA 1503 Tahun 2025 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Madrasah secara resmi menggantikan KMA 450 Tahun 2024. Keputusan baru ini mengusung pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan fondasi filosofis "Panca Cinta". Tujuannya adalah memperkuat seluruh ranah pembelajaran, termasuk kokurikuler, untuk membentuk siswa yang berkarakter kuat dan humanis.
Perubahan paling nyata terlihat pada penataan waktu kokurikuler. Pada semester lalu yang berpedoman pada KMA 450, madrasah mengalokasikan 2 Jam Pelajaran (JP) khusus setiap Sabtu untuk Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RA). Pada semester genap ini, pola tersebut diubah.
Kokurikuler kini dialokasikan sebanyak 3 JP per minggu, namun dilaksanakan dengan skema yang berbeda. Ketiga JP tersebut tidak dikumpulkan dalam satu hari khusus, melainkan diintegrasikan ke dalam jadwal mata pelajaran tertentu dan dilaksanakan di akhir jam pelajaran, tersebar di tiga hari berbeda dalam seminggu.
Sebagai contoh untuk kelas 5, tiga mata pelajaran yang dialokasikan untuk mengintegrasikan kokurikuler adalah Bahasa Indonesia, Akidah Akhlak, dan Seni dan Budaya. Dalam Bahasa Indonesia yang total alokasinya 7 JP, sebanyak 6 JP digunakan untuk intrakurikuler dan 1 JP terakhir khusus untuk kokurikuler. Pola serupa diterapkan pada Akidah Akhlak (2 JP intrakurikuler + 1 JP kokurikuler dari total 3 JP) dan Seni dan Budaya (3 JP intrakurikuler + 1 JP kokurikuler dari total 4 JP).
Perubahan struktur ini membutuhkan penyusunan ulang jadwal pelajaran secara keseluruhan. Dalam rapat yang berlangsung dinamis, para guru saling mengemukakan pendapat dan analisis untuk menemukan formula terbaik yang representatif dengan kondisi dan sumber daya madrasah.
Setelah kesepakatan jadwal tercapai, langkah selanjutnya adalah perencanaan konten. Tiga guru mata pelajaran yang terintegrasi dalam satu kelas akan bermusyawarah menentukan tema besar kokurikuler untuk kelas tersebut, dengan fasilitasi dari wali kelas. Pendekatan lintas disiplin ilmu ini diharapkan dapat menciptakan kegiatan kokurikuler yang lebih bermakna dan kontekstual.
Dengan persiapan yang matang ini, MIN 4 Tebo berkomitmen untuk mengimplementasikan KMA 1503 secara optimal, mengubah paradigma pembelajaran menjadi lebih humanis dan berorientasi pada pembentukan karakter siswa yang mencintai Tuhan, sesama, ilmu, lingkungan, dan tanah air.
*Bass
|
355x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...