
Senin, 19 Januari 2026
Rimbo Bujang (MIN 4 Tebo) - Pembelajaran di MIN 4 Tebo dikemas dalam berbagai metode kreatif dan menyenangkan untuk meningkatkan pemahaman dan antusiasme siswa. Mulai dari praktik simulasi, permainan kuis interaktif, hingga kegiatan seni kolase, suasana kelas menjadi hidup dan penuh semangat.
Di Kelas 5B pada mata pelajaran Fikih, guru Puji Basuki mengajarkan materi tata cara kurban dengan metode yang unik. Siswa secara bergiliran mempraktikkan adab dan prosedur menyembelih hewan kurban menggunakan boneka kambing yang dibawa oleh salah satu siswa. Simulasi ini menciptakan keseruan tersendiri sekaligus memudahkan siswa memahami materi yang bersifat praktis tanpa harus menggunakan hewan sungguhan.
Sementara itu, di Kelas 2A, Leni Yurmatuti mengajar Bahasa Inggris dengan metode kuis kelompok yang dinamis. Kelas dibagi menjadi tiga kelompok, kemudian guru menyebutkan kalimat dalam Bahasa Indonesia yang harus diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh siswa. Siswa yang paling cepat mengangkat tangan berhak menjawab. Dengan sekitar 20 soal yang mencakup kalimat sehari-hari, antusiasme siswa sangat tinggi sebelum kemudian dilanjutkan dengan materi baru tentang anggota keluarga.

Di Kelas 5A yang juga belajar Bahasa Inggris dengan materi "Parts of Body", pembelajaran dimulai dengan pengenalan kosakata melalui nyanyian dan gerakan. Metode ini membuat siswa mudah mengingat tanpa merasa bosan. Aktivitas kemudian berlanjut ke permainan "Ms. Leni says, touch your..." dimana siswa harus menyentuh bagian tubuh yang disebut dalam bahasa Inggris. Permainan dimenangkan oleh Khanza yang kemudian mendapat reward, sebelum akhirnya siswa menulis kosakata dan menggambar tangan mereka sendiri untuk diberi label.

Tidak kalah seru, Kelas 2B menggelar mata pelajaran Seni Rupa dengan materi membuat kolase dari kertas warna. Siswa dengan bersemangat membuat kreasi Kastil dari bentuk-bangun datar seperti persegi, segitiga, dan lingkaran. Kegiatan ini tidak hanya melatih motorik halus dan kreativitas, tetapi juga mengajarkan konsep geometri secara implisit. Beberapa siswa mampu bekerja mandiri, sementara yang lain saling membantu, menciptakan dinamika pembelajaran yang kolaboratif.

Variasi metode mengajar yang aplikatif dan menyenangkan ini diharapkan dapat mempertahankan minat belajar siswa, menjadikan setiap pertemuan di kelas sebagai pengalaman yang berkesan dan efektif.
*Bass
|
416x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...