
Jumat, 23 Januari 2026
Rimbo Bujang (MIN 4 Tebo) - Kegiatan Yasinan Jumat pagi kembali mengisi rutinitas spiritual di MIN 4 Tebo dengan cerita menariknya sendiri. Diikuti oleh seluruh siswa dan kelas tinggi sebagai petugas, tradisi ini menunjukkan perkembangan signifikan dimana semakin sedikit siswa yang menolak ketika ditunjuk mendadak untuk memimpin.
Setiap Jumat pagi, seluruh siswa berkumpul untuk melaksanakan pembacaan Surah Yasin, tahlil, dan doa bersama. Yang menjadi ciri khas adalah penunjukan petugas yang dilakukan secara mendadak dari barisan siswa kelas 5 dan 6. Mereka yang ditunjuk bertanggung jawab untuk memimpin jalannya seluruh rangkaian bacaan dari depan. Jika dahulu banyak yang grogi atau enggan, kini sebagian besar sudah terlihat terlatih dan siap menerima tugas tersebut.
Peningkatan kepercayaan diri dan kesiapan siswa ini tidak terlepas dari sebuah program pendukung yang tidak mengikat namun didorong oleh madrasah. Siswa diajak dan dimotivasi untuk mengikuti kegiatan serupa, seperti Yasinan atau majelis taklim, di lingkungan masyarakat mereka bersama orang tua. Pengalaman berinteraksi dan berpartisipasi dalam lingkungan sosial yang lebih luas ini membangun rasa familiar dan mengurangi kecemasan saat harus tampil di madrasah.
Yasinan sendiri merupakan tradisi keagamaan yang mengakar kuat di Indonesia, mengandung nilai religius dan sosial yang dalam. Di lingkungan MIN 4 Tebo, kegiatan ini dimaknai lebih jauh sebagai media pendidikan karakter. Siswa belajar kedisiplinan melalui ketepatan waktu dan tata tertib kegiatan, ketenangan emosional melalui suasana khidmat yang tercipta, serta kerendahan hati saat duduk bersama.
Madrasah mempertahankan dan membiasakan tradisi ini dengan pertimbangan yang mendalam. Di tengah gempuran arus informasi dan budaya global yang tak terbendung, MIN 4 Tebo melihat pentingnya membekali siswa dengan pengenalan dan perasaan terikat terhadap lingkungan sosial-budaya tempat mereka tumbuh. Kultur Yasinan yang kuat di masyarakat sekitar dijadikan jembatan untuk membangun kesadaran sosio-kultural siswa sedari dini.
Melalui pembiasaan yang konsisten ini, diharapkan siswa tidak hanya menjadi pribadi yang religius, tetapi juga individu yang memahami konteks sosialnya dan mampu beradaptasi dengan nilai-nilai komunitas di sekitarnya.
*Bass
|
314x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...