
Jumat, 23 Januari 2026
Rimbo Bujang (MIN 4 Tebo) - Siswa Kelas 2B menunjukkan kreativitas dan kebanggaan dalam mata pelajaran Bahasa Inggris dengan membuat pohon keluarga (Family Tree) tiga dimensi. Menggunakan bahan daur ulang seperti kardus bekas dan kertas origami, mereka merancang silsilah keluarga mereka sendiri dengan penuh semangat.
Proyek seni integratif ini memerlukan persiapan dari rumah. Setiap siswa membawa perlengkapan berupa kardus sebagai papan alas, kertas origami aneka warna, lem, gunting, serta pas foto ukuran 4x6 dari anggota keluarga inti dan kakek-nenek dari kedua pihak orang tua. Kegiatan ini dirancang untuk berlangsung selama 6 jam pelajaran (6 JP), memberikan waktu yang cukup untuk proses pembuatan yang teliti.
Langkah pertama adalah siswa memotong dan membentuk kertas origami menjadi ilustrasi pohon yang rindang, yang kemudian ditempelkan pada kardus. Selanjutnya, mereka menulis judul "My Family Tree" serta menyusun dan menulis label nama setiap anggota keluarga dalam Bahasa Inggris, seperti "grandfather", "grandmother", "father", "mother", dan "me" pada tempat yang sesuai.
Tahap paling personal adalah menempelkan foto-foto sesuai dengan posisinya dalam silsilah. Siswa dengan cermat mengatur urutan, meletakkan foto kakek-nenek di puncak, diikuti orang tua, dan terakhir foto diri mereka sendiri serta saudara jika ada. Proses ini tidak hanya melatih keterampilan motorik halus, tetapi juga mengajarkan konsep hubungan keluarga dalam bahasa asing.
Antusiasme dan rasa bangga terpancar jelas selama kegiatan berlangsung. Siswa saling memperkenalkan anggota keluarganya kepada teman sebangku dengan cerita-cerita kecil. Setelah karya selesai dan dinilai oleh guru, karya tersebut tidak langsung disimpan. Siswa diperbolehkan membawa pulang hasil karya mereka untuk dipajang di kamar, sebuah keputusan yang disambut dengan sukacita.
Mereka tampak tidak sabar untuk menunjukkan mahakarya berbahan sederhana ini kepada orang tua di rumah. Proyek ini berhasil mencapai tujuannya: mengajarkan kosakata keluarga dalam Bahasa Inggris melalui pengalaman bermakna, menumbuhkan kebanggaan terhadap keluarga, dan melatih kreativitas dengan memanfaatkan barang bekas.
Pembelajaran yang menyentuh aspek personal seperti ini diharapkan dapat meninggalkan kesan mendalam dan membuat materi bahasa asing lebih mudah diingat serta dikenang.
*Bass
|
378x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...