
Jumat, 23 Januari 2026
Rimbo Bujang (MIN 4 Tebo) - Tantangan membuat alat peraga sistem pencernaan manusia dari bahan-bahan di sekitar justru memantik kreativitas dan pemahaman mendalam siswa Kelas 5B. Dalam mata pelajaran IPAS, empat kelompok siswa berhasil menyusun simulasi organ pencernaan dari mulut hingga anus hanya dalam waktu 15 menit.
Pembelajaran dimulai dengan penjelasan singkat dan stimulus berpikir kritis dari guru. Siswa diajak membayangkan dan menganalisis perjalanan makanan sejak dikunyah hingga menjadi energi dan sisa pembuangan. Pertanyaan pemandu diajukan untuk menggugah rasa ingin tahu, seperti bagaimana proses pencernaan membuat makanan bermanfaat dan apa saja yang terjadi di setiap organ.
Setelah pemaparan konsep, siswa dibagi ke dalam empat kelompok dan diberikan tantangan langsung, membuat model atau alat peraga organ pencernaan menggunakan berbagai benda yang bisa ditemukan di sekitar madrasah atau dalam kelas. Bahan-bahan yang digunakan beragam, mulai dari dedaunan, potongan kertas warna-warni, sedotan (pipet), hingga alat tulis, yang digelar di lantai kelas.
Yang menakjubkan adalah kecepatan dan ketepatan mereka. Hanya diperlukan sekitar 15 menit bagi setiap kelompok untuk berburu bahan dan menyusunnya menjadi gambaran fisik dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum, dan anus. Tidak ada tanda-tanda kesulitan atau kebingungan yang berarti, semua kelompok tampak fokus dan memiliki rencana.

Puncak kegiatan adalah sesi presentasi. Setiap kelompok diminta menjelaskan kembali proses pencernaan dengan menggunakan alat peraga yang mereka buat. Dengan percaya diri, perwakilan kelompok menjabarkan fungsi setiap 'organ' buatan mereka dan alur perjalanan makanan. Semua kelompok berhasil menjawab dan mendemonstrasikan pemahaman yang komprehensif.

Aktivitas ini membuktikan bahwa pembelajaran sains yang abstrak dapat dikonkretkan dengan metode yang tepat. Keterbatasan alat peraga konvensional justru melahirkan inovasi dan pemahaman kolektif yang lebih kuat. Siswa tidak hanya menghafal nama-nama organ, tetapi benar-benar memahami fungsi dan urutannya melalui proses kreasi langsung.

Melalui praktik langsung dan berpikir kritis seperti ini, pengetahuan tentang tubuh manusia diharapkan dapat tertanam lebih kuat dan memicu minat eksplorasi sains lebih lanjut.
*Bass
|
407x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...