
Kamis, 19 Februari 2026
Rimbo Bujang (MIN 4 Tebo) - Memasuki hari pertama Ramadan, para guru MIN 4 Tebo tak melupakan pentingnya menjaga kebugaran tubuh. Dengan jadwal mengajar yang tetap berjalan selama bulan puasa, memilih jenis olahraga ringan yang tidak membebani menjadi kunci agar stamina tetap prima saat berdiri di depan kelas. Mulai dari jalan santai setelah subuh hingga olahraga pernapasan di sore hari, menjadi pilihan para pendidik untuk tetap bugar sepanjang hari.
Puasa bukan berarti berhenti beraktivitas, apalagi bagi para guru yang tetap harus mengajar setiap harinya. Agar tetap fit saat menyampaikan materi di kelas, menjaga kebugaran fisik menjadi sangat penting. Olahraga ringan menjadi solusi tepat karena tidak menguras energi secara berlebihan, namun tetap memberikan manfaat maksimal bagi tubuh.
Manfaat Jalan Santai Saat Puasa

Jalan santai setelah shalat subuh menjadi pilihan Puji Basuki dan Risma Handayani. Aktivitas sederhana ini ternyata menyimpan segudang manfaat bagi tubuh yang sedang berpuasa. Menurut laman kesehatan Alodokter dan Hellosehat, berjalan kaki di pagi hari saat puasa dapat:
1. Meningkatkan stamina dan kebugaran – Gerakan ringan secara konsisten membuat otot tetap aktif dan tubuh tidak kaku saat menjalani aktivitas seharian.
2. Melancarkan metabolisme – Jalan santai membantu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi saat sahur menjadi lebih optimal.
3. Mengontrol berat badan – Kalori tetap terbakar tanpa menyebabkan kelelahan berlebih, sehingga berat badan tetap terjaga selama Ramadan.
4. Mengurangi stres – Udara pagi yang segar dan suasana tenang setelah subuh membantu menjernihkan pikiran sebelum memulai aktivitas mengajar.
5. Melancarkan peredaran darah – Aliran darah yang lancar membuat oksigen tersebar ke seluruh tubuh, termasuk otak, sehingga konsentrasi mengajar tetap terjaga.
Olahraga Pernapasan untuk Konsentrasi

Sementara itu, Sri Ningsih memilih olahraga pernapasan di Lembaga Seni Pernapasan (LSP) Satria Nusantara pada sore hari menjelang berbuka. Olahraga ini berfokus pada pengaturan napas, tenaga dalam, dan meditasi ringan. Manfaatnya bagi guru antara lain:
· Meningkatkan konsentrasi – Latihan pernapasan membantu menenangkan pikiran, sangat berguna saat harus menjelaskan materi kompleks kepada siswa.
· Mengendalikan emosi – Puasa kadang membuat emosi lebih sensitif; olahraga napas membantu menjaga kesabaran dalam menghadapi tingkah laku siswa.
· Menjaga kebugaran tanpa gerakan berat – Cocok dilakukan saat energi mulai menipis menjelang berbuka.
· Memulihkan energi – Pernapasan dalam membantu oksigenasi sel-sel tubuh, mengembalikan stamina setelah seharian mengajar.
Relevansi dengan Tugas Guru di Bulan Puasa
Bagi seorang guru madrasah, Ramadan bukan alasan untuk menurunkan kualitas mengajar. Justru dengan kondisi berpuasa, tantangan semakin besar. Tubuh harus tetap bugar, suara harus tetap lantang, dan kesabaran harus tetap terjaga. Oleh karena itu, memilih olahraga yang tepat menjadi investasi penting.
Para guru MIN 4 Tebo yang tetap aktif berolahraga ringan membuktikan bahwa puasa tidak menghalangi produktivitas. Dengan fisik yang prima, mereka bisa memberikan pengajaran terbaik bagi siswa-siswinya selama bulan suci.
Dengan memilih olahraga ringan di waktu yang tepat, para guru MIN 4 Tebo menunjukkan bahwa menjadi pendidik profesional tidak berhenti meski sedang berpuasa. Kebugaran terjaga, pembelajaran tetap optimal, dan ibadah pun berjalan lancar.
*Bass
|
456x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...