Selamat Datang di Website Resmi MIN 4 TEBO # SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 4 TEBO # MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 4 TEBO JALAN SEPAKU DESA JAYA MULYA KECAMATAN RIMBO BUJANG KABUPATEN TEBO KODE POS 37553
Diposting Pada: Minggu, 22 Februari 2026

Siswa MIN 4 Tebo Tetap Hidupkan Tradisi Tadarus Usai Tarawih di Masjid dan Musala

Siswa MIN 4 Tebo Tetap Hidupkan Tradisi Tadarus Usai Tarawih di Masjid dan Musala

Minggu, 22 Februari 2026
Rimbo Bujang (MIN 4 Tebo) - Tradisi tadarus Al-Qur'an berjamaah setelah shalat tarawih di masjid dan musala perlahan mulai memudar di berbagai daerah. Namun di tengah arus tersebut, sejumlah siswa MIN 4 Tebo masih setia menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan bertadarus bersama anak-anak lain dan remaja di lingkungan tempat tinggal mereka, membuktikan bahwa tradisi baik ini belum sepenuhnya punah.

Fenomena berkurangnya animo anak-anak dan remaja untuk bertadarus berjamaah di masjid memang tak bisa dipungkiri. Beberapa faktor sosial dan struktural turut berperan dalam perubahan kebiasaan ini.

Penyebab Memudarnya Tradisi Tadarus Berjamaah:

1. Kurangnya Pembinaan Berkelanjutan – Tidak semua masjid atau musala memiliki program tadarus terstruktur untuk anak-anak. Di beberapa tempat, kegiatan tadarus hanya berlangsung insidental atau bergantung pada kehadiran tokoh tertentu. Ketika figur penggerak tidak ada, kegiatan pun redup. Penelitian di Panti Asuhan Muhammadiyah Putri Aimas menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan yang berkelanjutan, seperti tadarus rutin dan bimbingan kolektif, sangat bergantung pada komitmen pengasuh dan ketersediaan sumber daya manusia. Ketika figur penggerak tidak ada atau sumber daya terbatas, kegiatan keagamaan anak cenderung melemah. Regenerasi pengelola kegiatan keagamaan anak-anak juga sering terhambat karena para remaja yang tadinya aktif kini telah merantau atau sibuk dengan urusan masing-masing.

2. Perubahan Pola Interaksi Komunitas – Di era mobilitas tinggi, warga satu lingkungan tidak lagi memiliki ikatan sekental dulu. Banyak tetangga baru yang belum saling mengenal, sehingga inisiatif untuk mengadakan kegiatan bersama seperti tadarus tidak semudah ketika semua warga sudah akrab. Sebuah artikel di Lintas Gayo menggambarkan nostalgia era sebelum digital, di mana masjid dan musala menjadi pusat aktivitas remaja karena adanya tokoh masyarakat, guru, atau orang tua yang menjadi contoh nyata dan mengajak anak-anak berkumpul bersama . Gotong royong spiritual ini membutuhkan modal sosial yang kuat—ikatan kebersamaan yang kini mulai tergerus oleh individualisme dan kesibukan masing-masing.

3. Fasilitas dan Kenyamanan Masjid yang Kurang Ramah Anak – Beberapa musala atau masjid kurang memiliki penerangan yang memadai, kipas angin, atau alas duduk yang nyaman untuk kegiatan membaca Al-Qur'an dalam waktu lama. Anak-anak yang terbiasa dengan kenyamanan rumah akhirnya memilih mengaji sendirian di kamar daripada ke masjid. Padahal, masjid seharusnya menjadi tempat yang nyaman dan inklusif bagi semua kalangan, termasuk anak-anak yang ingin bertadarus.

Namun, Harapan Masih Ada

Di tengah berbagai tantangan itu, masih ada titik-titik terang. Di Jalan 21, Desa Rimbo Mulyo, Ulya, siswa kelas 3B MIN 4 Tebo, rutin mengikuti tadarus di musala dekat rumahnya usai shalat tarawih. Setiap malam, ia bersama beberapa alumni MIN 4 Tebo—Talitha, Rina, dan Laila—duduk melingkar, bergantian membaca Al-Qur'an hingga pukul 21.30. Mereka membuktikan bahwa dengan dukungan lingkungan dan konsistensi pembina, tradisi ini tetap bisa dijalankan.


Di Jalan 20, Salsa dan beberapa anak lainnya juga terpantau aktif mengikuti tadarus bersama warga. Kebersamaan ini menjadi pemandangan yang menghangatkan di tengah kesejukan malam Ramadhan.


Kehadiran Ulya dan kawan-kawan menjadi bukti bahwa tradisi tadarus di masjid/musala belum sepenuhnya mati. Mereka adalah secercah harapan bahwa Al-Qur'an tetap menjadi teman di malam-malam Ramadhan dalam lantunan yang menggema di musala-musala kecil. Tidak menutup kemungkinan, masih banyak siswa MIN 4 Tebo lainnya yang aktif menghidupkan malam dengan tadarus. Semoga semangat mereka menjadi inspirasi bagi generasi sebaya untuk kembali meramaikan rumah-rumah Allah.

*Bass

 


320x
Dibaca
.

Berita Lainnya:

  1. Menyongsong Pemetaan Nasional, MIN 4 Tebo Mulai Persiapan Awal Menuju Tes Kemampuan Akademik 2026 240x dibaca
  2. Tim Pengembang Madrasah Wawancara dengan Kepala MIN 4 Tebo untuk Pemantapan Program 34x dibaca
  3. Sambut Kemerdekaan, MIN 4 Tebo Dipenuhi Umbul-Umbul 59x dibaca
  4. Kelas 5B MIN 4 Tebo Tampil Mantap Jalankan Tugas Upacara Nyaris Tanpa Koreksi 54x dibaca
  5. Siswa Kelas 5B MIN 4 Tebo Setoran Hafalan Surat Al-Ala 25x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MIN 4 TEBO

Mars Madrasah