
Minggu, 15 Maret 2026
Rimbo Bujang (MIN 4 Tebo) – Penyaluran paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di hari terakhir sebelum libur panjang pada Jumat (13/3) lalu menyisakan cerita tentang kearifan dan kepedulian sosial. Sesuai dengan kesepakatan seluruh Guru dan Kepala Madrasah yang telah disosialisasikan kepada wali murid, siswa yang tidak hadir tanpa keterangan pada hari tersebut tidak menerima jatah paket secara langsung. Kecuali tidak hadir karena sakit atau izin, wali murid diberikan kesempatan untuk mengambil sendiri ke madrasah. Meski demikian sebagian orang tua justru memilih untuk mengikhlaskan jatah putra-putrinya guna dibagikan kepada mereka yang lebih membutuhkan, termasuk warga sekitar madrasah.
Sebagian wali murid memberikan informasi kepada guru kelas bahwa mereka memilih untuk tidak mengambil jatah paket tersebut. Sebagian orang tua justru mengarahkan agar paket MBG tersebut dialihkan kepada pihak lain yang dianggap lebih memerlukan. Sikap informatif dan kerelaan dari wali murid ini memudahkan guru dalam mengelola distribusi paket cadangan agar tetap tepat sasaran dan tidak tertumpuk di madrasah.

Sejumlah paket yang akhirnya terkumpul dari jatah yang tidak terambil tersebut kemudian disalurkan oleh perwakilan madrasah kepada warga yang tinggal di lingkungan terdekat madrasah. Guru mendatangi beberapa rumah warga untuk menyerahkan paket makanan bergizi tersebut secara langsung guna memastikan bantuan tetap bermanfaat sebelum masa libur panjang dimulai. Langkah ini diambil agar tidak ada makanan yang terbuang sia-sia mengingat aktivitas madrasah akan berhenti selama masa cuti bersama Idul Fitri.

Penyaluran sisa paket MBG kepada masyarakat sekitar menjadi penutup rangkaian program Ramadan di MIN 4 Tebo yang menekankan pada nilai manfaat bagi lingkungan. Selain menjaga ketertiban penyaluran bantuan, aksi ini juga memperkuat hubungan baik antara madrasah dengan warga.
Sinergi antara kesepakatan guru, pengertian wali murid, dan kebutuhan warga sekitar menciptakan sebuah mata rantai kebaikan yang luar biasa. Program MBG yang tujuan utamanya adalah pemenuhan gizi siswa, ternyata mampu bertransformasi menjadi sarana syiar sosial di bulan Ramadan. Ketegasan aturan mengenai kehadiran siswa yang diseimbangkan dengan semangat berbagi menghasilkan solusi yang sangat mulia dan dapat diterima dengan baik oleh semua pihak.
Fenomena "mengikhlaskan jatah" ini menjadi pelajaran berharga bagi para siswa tentang makna berbagi yang sesungguhnya. Bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya saat kita menerima, melainkan saat kita mampu memberi kepada orang lain di saat yang tepat. Semoga semangat berbagi yang muncul dari sisa paket MBG ini mendatangkan keberkahan bagi seluruh keluarga besar madrasah dan mempererat silaturahmi dengan warga sekitar dalam suasana lebaran yang penuh kedamaian.
*Bass
|
226x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...