
Rabu, 18 Maret 2026
Rimbo Bujang (MIN 4 Tebo) - Sepanjang bulan Ramadan 1447 H/2026 M, MIN 4 Tebo menyelenggarakan rangkaian Pesantren Kilat (Sanlat) yang berlangsung dalam empat sesi. Kegiatan ini menghadirkan dua mitra strategis dari dua pondok pesantren di wilayah Rimbo Bujang, yaitu Pondok Pesantren Al Anwar Unit 4 dan Pondok Pesantren Darul Ulum Unit 6. Dengan mengusung konsep yang berbeda di setiap pertemuannya, pesantren kilat tahun ini tidak hanya memperkaya wawasan keagamaan siswa, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi lintas lembaga pendidikan.
Sesi 1 & 2: Bersama Pondok Pesantren Al Anwar (24-25 Februari 2026)
Dua hari pertama pesantren kilat menghadirkan Tim Safari Ramadan dari Ponpes Al Anwar dengan konsep utama Muhadhoroh atau kegiatan dakwah kreatif.
Hari Pertama (24 Februari):
Kegiatan dibuka di halaman madrasah dengan format muhadhoroh yang melibatkan santri Al Anwar sebagai petugas. Mereka bertindak sebagai MC, pembaca ayat suci, pemimpin shalawat dan Asmaul Husna, hingga penyampai ceramah. Keunikan pada hari pertama adalah penggunaan versi Asmaul Husna yang dilengkapi arti, sehingga siswa tidak hanya menghafal tetapi juga memahami makna 99 nama Allah. Selain itu, kegiatan juga diperkaya dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathan sebagai penguatan nilai kebangsaan.

Hari Kedua (25 Februari):
Masih bersama Al Anwar, kegiatan berpindah ke ruang gabungan kelas 5A dan 6B dengan panggung di tengah. Penampilan spesial hadir dalam bentuk Syarhil Qur'an (seni menyajikan ayat suci secara oratoris) dan Drama Dakwah bertema Ramadan. Meski sempat terkendala hujan deras dan sound system, siswa tetap antusias menyaksikan adegan-adegan penuh pesan moral.

Sesi 3 & 4: Bersama Pondok Pesantren Darul Ulum (9-11 Maret 2026)
Dua hari berikutnya, estafet pembinaan dilanjutkan oleh Ponpes Darul Ulum Unit 6 dengan fokus materi utama Seni Kaligrafi. Meski agenda awal direncanakan tiga hari, terpaksa dipadatkan menjadi dua hari karena gladi resik TKA kelas 6 dan persiapan kepulangan santri.
Hari Pertama (9 Maret):
Antusiasme terlihat sejak pagi, dengan siswa kelas 4-6 berbondong-bondong membeli twin pen di koperasi. Rombongan 10 santri Darul Ulum (3 putra, 7 putri) bersama 2 pendamping disambut hangat. Di kelas 4,5,6, siswa diajak belajar menulis lafadz Allah dengan teknik kaligrafi yang benar: mulai dari cara memegang alat tulis, menarik garis, hingga posisi tangan.
Hari Kedua (10 Maret):
Hari terakhir diisi dengan materi esensial yang lebih beragam. Siswa kelas mendapat pendalaman materi puasa dan zakat fitrah melalui nyanyian "Tepuk Puasa" dan melanjutkan kreasi kaligrafi secara berkelompok, mewarnai pola dengan tambahan lafadz Allah. Materi praktik tata cara shalat Idul Fitri juga diajarkan, dengan beberapa siswa maju mempraktikkan niat hingga salam.

Kolaborasi Lintas Generasi dan Harapan ke Depan
Sepanjang empat sesi, pesantren kilat MIN 4 Tebo tidak hanya menyajikan materi keagamaan, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai kebersamaan. Kehadiran alumni seperti Anton menjadi bukti nyata bahwa kader-kader madrasah terus berkembang dan kembali berbagi ilmu. Kepala MIN 4 Tebo, Suhaimi, menyampaikan apresiasi kepada kedua pondok pesantren atas kolaborasi yang erat.
Rangkaian pesantren kilat ditutup dengan sesi foto bersama seluruh guru dan rombongan Pondok Pesantren, meninggalkan kesan mendalam dan harapan akan keberlanjutan program serupa di tahun-tahun berikutnya.
*Bass
|
180x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...