
Selasa, 7 April 2026
Rimbo Bujang (MIN 4 Tebo) - Kepala MIN 4 Tebo, Suhaimi, bersama dua guru yang ditunjuk, mengikuti zoom meeting yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, Selasa (7/4) pagi. Rapat koordinasi ini membahas finalisasi data pemetaan beban kerja guru madrasah terutama guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) melalui aplikasi Sistem Informasi Pemetaan Beban Kerja Guru (Simpema Bejagur). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jambi Nomor 30 Tahun 2026 tentang Tim Pemetaan Beban Kerja Guru PPPK.
Zoom meeting dimulai pukul 08.00 WIB dan diikuti oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah se-Provinsi Jambi, Kepala Madrasah Negeri (MIN, MTsN, MAN), serta operator. Para peserta mengikuti dari satuan kerja masing-masing.
Dalam arahannya, Ketua Tim Tendik Penmad Kanwil, Avrizal, menekankan bahwa data yang diisikan pada aplikasi jangan asal-asalan. “Kami akan dengan mudah mencocokkan data di EMIS-GTK dan EMIS 4.0,” tegasnya. Ia mengingatkan bahwa akurasi data sangat penting karena akan menjadi dasar kebijakan selanjutnya.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad) Kanwil, Dedi Irama Silalahi, kemudian memberikan penjelasan lebih rinci. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari finalisasi data sebaran guru PPPK madrasah se-Provinsi Jambi. Data yang diisikan merupakan guru ASN saja, yaitu PNS dan PPPK. Guru honorer maupun guru inpassing diabaikan karena tidak termasuk dalam cakupan pemetaan ini.
Dedi menjelaskan latar belakang perlunya redistribusi guru PPPK. Data ini nantinya akan menjadi pedoman bagi Kanwil untuk mengusulkan pendistribusian kembali guru ke madrasah asal, dengan catatan madrasah yang ditinggalkan tidak menjadi kekurangan guru dan madrasah tempat kembali tersedia jam mengajar. Ia menjelaskan bahwa guru PPPK ini awalnya adalah honorer di madrasah asal karena dibutuhkan, tetapi saat lulus PPPK mereka bertugas di tempat lain berdasarkan justifikasi Badan Kepegawaian Negara (BKN). Akibatnya, terjadi penumpukan guru di beberapa madrasah, sementara madrasah lainnya justru kekurangan tenaga pendidik.
Selain madrasah, para Kepala Seksi Pendidikan Madrasah di kantor kementerian agama kabupaten dan kota juga akan diberikan akun untuk memantau proses pemetaan ini. Dedi menekankan agar Kepala Madrasah dan operator mengisi data seobjektif mungkin, karena data ini akan menjadi dasar kebijakan menyangkut penempatan guru di seluruh provinsi Jambi.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi, Mahbub Daryanto, juga memberikan arahan. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini harusnya berjalan efektif dengan sekali jalan, tidak berulang-ulang. Oleh karena itu, pada pelaksanaannya, madrasah diminta memperhatikan data pada Simpatika (EMIS-GTK) dan EMIS 4.0 agar tidak mengganggu tata kelola di kementerian agama. Ia juga mengingatkan bahwa proses ini mungkin tidak akan berjalan dengan cepat karena harus melalui persetujuan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama untuk dapat dilakukan redistribusi.

Dua guru MIN 4 Tebo yang lulus PPPK dan mendapatkan penempatan di MIN 2 Tebo dan MTsN 3 Tebo mengapresiasi langkah Kanwil ini. Mereka berharap segera dapat kembali mengajar di MIN 4 Tebo pada redistribusi ini. Di sisi lain, MIN 4 Tebo memang kekurangan beberapa guru pada mata pelajaran tertentu, termasuk tiga guru kelas yang sangat dibutuhkan untuk mengisi rombongan belajar yang ada.
Zoom meeting berlangsung hingga pukul 11.00. Selama kegiatan berlangsung, operator sembari mengisi data sesuai instruksi, dilanjutkan penandatanganan SPTJM oleh Kepala MIN 4 Tebo untuk diunggah kembali pada aplikasi. Saat ini MIN 4 Tebo tinggal menunggu hasil final dari Kanwil. Para guru PPPK yang saat ini bertugas di madrasah lain berharap dapat segera kembali mengabdi di madrasah asal mereka.
*Bass
|
131x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...