
Rabu, 8 April 2026
Rimbo Bujang (MIN 4 Tebo) - Aktivitas menyambut siswa di depan gerbang setiap pagi telah membudaya di MIN 4 Tebo. Namun, dari 240 siswa, masih ada yang datang terlambat, berpakaian tidak rapi, atau rambut panjang meski sudah diingatkan. Untuk menegakkan disiplin secara konsisten, madrasah menerapkan sanksi mendidik yaitu pelanggar dicatat dalam buku hitam, lalu diminta memungut sampah di area gerbang sebelum masuk kelas.
Bagi guru yang berdiri di depan pintu gerbang setiap pagi, kegiatan ini bukan sekadar formalitas. Mereka benar-benar menunjukkan kepedulian. Siswa yang datang tepat waktu, berpakaian lengkap, dan tersenyum ceria selalu diapresiasi dengan sapaan hangat dan pujian. Sementara yang datang terlambat, berpakaian tidak rapi apalagi tidak lengkap, atau wajahnya lesu, juga mendapat perhatian dalam bentuk motivasi, arahan, hingga peringatan sesuai dengan kondisi masing-masing. Setiap pagi, mereka berdiri di sisi kanan dan kiri gerbang, menyambut siswa satu per satu.
Namun, meskipun guru sudah memberikan nasihat dan teguran dengan penuh kesabaran, selalu saja ada siswa yang lalai. Masih ada yang datang tidak tepat waktu. Masih ada yang berpakaian tidak lengkap, misalnya tidak memakai dasi, peci, atau tidak memakai kaos kaki. Masih ada yang rambutnya panjang padahal sudah diingatkan berkali-kali untuk dipotong.
Menyadari bahwa nasihat saja tidak cukup, madrasah memutuskan untuk mengambil langkah penegakan disiplin yang lebih tegas namun tetap bersifat mendidik. Setiap siswa yang melanggar akan dicatatkan namanya dalam buku hitam kedisiplinan. Buku ini menjadi dokumentasi pelanggaran yang dapat dipantau oleh wali kelas, kepala madrasah, dan orang tua. Setelah namanya dicatat, siswa diminta memungut sampah di area sekitar gerbang atau halaman madrasah. Mereka harus mengumpulkan sampah-sampah yang berserakan dan membuangnya ke tong sampah yang telah disediakan. Kegiatan ini dilakukan pada saat itu juga, sebelum siswa diperbolehkan masuk ke kelas.
Koordinator Kesiswaan, Yahminarti, menjelaskan bahwa sanksi ini bertujuan untuk mendidik, bukan untuk mempermalukan. “Kami tidak pernah membentak atau menghukum secara berlebihan. Kami hanya ingin anak-anak belajar bahwa setiap ketidakdisiplinan ada konsekuensinya. Memungut sampah adalah kegiatan positif yang membersihkan lingkungan dan sekaligus menyadarkan mereka akan tanggung jawab,” ujarnya.
Dengan konsistensi ini, diharapkan siswa yang sering melanggar akan berpikir dua kali sebelum mengulangi kesalahan. Budaya tertib dan disiplin di MIN 4 Tebo pun semakin menguat.
*Bass
|
186x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...