
Kamis, 9 April 2026
Rimbo Bujang (MIN 4 Tebo) - Usai melakukan praktik materi senam, suasana di lapangan madrasah berubah menjadi arena permainan. Guru PJOK mengajak siswa kelas 2B bermain kucing-kucingan. Siswa membentuk lingkaran besar sambil bergandengan tangan sebagai benteng. Seorang penjaga yang berperan sebagai kucing harus mengejar pemain lain yang berada di luar lingkaran. Semua siswa tertawa dan berlarian dengan riang. Bahkan ketika bel tanda jam pelajaran habis berbunyi, mereka masih enggan berhenti.
Pembelajaran PJOK di kelas 2B pagi itu dimulai dengan praktik senam bersama. Setelah selesai, guru kemudian mengajak siswa bermain kucing-kucingan. Permainan tradisional ini ternyata belum semua siswa mengetahuinya. Guru pun menjelaskan aturan main dengan sabar.
Pertama, siswa diminta membentuk lingkaran besar sambil bergandengan tangan erat. Lingkaran ini berfungsi sebagai benteng yang tidak boleh ditembus. Di dalam lingkaran, ada beberapa siswa yang bertugas sebagai “tikus” atau pemain yang akan berlindung. Sementara itu, satu atau dua orang siswa lainnya berperan sebagai “kucing” yang bertugas mengejar pemain yang berada di luar lingkaran. Namun, dalam variasi yang dijelaskan guru kali ini, semua pemain berada di luar lingkaran, dan mereka harus bergerak mengitari benteng sambil menghindari kejaran kucing.
Aturan permainan yang digunakan guru PJOK adalah sebagai berikut: siswa membentuk lingkaran besar sambil bergandengan tangan. Seorang siswa ditunjuk menjadi penjaga (kucing). Penjaga harus berusaha mengejar salah satu pemain yang berada di luar lingkaran. Pemain yang dikejar boleh berlari mengelilingi lingkaran, tetapi tidak boleh melepaskan pegangan tangan teman-teman yang membentuk benteng. Jika kucing berhasil menyentuh pemain, maka pemain tersebut bergantian menjadi kucing. Permainan berlangsung seru dengan tawa dan teriakan riang dari para siswa.
Anak-anak kelas 2B tampak sangat menikmati. Wajah mereka berseri-seri, keringat membasahi dahi, tetapi tidak ada yang mau berhenti. Setiap kali kucing berhasil menangkap mangsa, terdengar sorak sorai. Ketika bel berbunyi menandakan jam pelajaran PJOK telah habis, para siswa masih berlarian dan tertawa. Guru harus memanggil beberapa kali dengan suara sedikit lebih keras agar mereka bersedia berhenti dan kembali ke barisan.
Permainan kucing-kucingan yang sederhana ternyata mampu membawa kebahagiaan luar biasa bagi siswa kelas 2B. Selain melatih fisik, permainan ini juga mengajarkan kerja sama, kecepatan, dan sportivitas.
*Bass
|
125x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...