
Jumat, 10 April 2026
Rimbo Bujang (MIN 4 Tebo) - Mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas 5B hari ini mengajarkan nilai kerjasama melalui kegiatan praktik membuat miniatur jembatan dari stik es krim dan karet gelang. Siswa dibagi dalam kelompok kecil beranggotakan dua orang. Tugas mereka membuat jembatan yang kokoh dan mampu menopang beban, namun menggunakan material sesedikit mungkin. Yang lebih penting dari hasil akhir adalah proses kerjasamanya, apakah ada diskusi, pembagian peran, atau justru bekerja sendiri-sendiri. Hasilnya memuaskan, seluruh kelompok berhasil menyelesaikan tantangan tepat waktu.
Pembelajaran dimulai dengan guru Puji Basuki meminta siswa saling memandang teman sekelas. “Lihat ke arah salah satu temanmu yang mungkin jarang kamu ajak main bersama,” ujar guru. Sambil senyum-senyum malu, beberapa siswa saling memandang. Sebagian lain langsung berteriak, “Sudah pernah semua main bareng, Pak!” Guru tersenyum dan melanjutkan.
Guru kemudian membacakan sebuah skenario: sebuah daerah mengalami bencana banjir bandang yang menyebabkan satu-satunya jembatan akses putus. Siswa diminta membuat jembatan secepatnya, sekokoh mungkin, tetapi dengan material sesedikit mungkin. Mereka harus menggunakan stik es krim dan karet gelang sebagai bahan utama.
Guru kemudian memasangkan siswa dengan teman yang selama dalam pengamatannya kurang berinteraksi. Tidak ada yang keberatan. Semua menerima dengan lapang dada karena guru telah menekankan bahwa fokus kegiatan ini adalah melatih kerjasama. “Jembatan yang berhasil dibuat dengan kokoh, rapi, dan indah itu bonus. Yang Bapak lihat adalah prosesnya,” tegas guru.

Setiap kelompok terdiri dari dua orang. Mereka mulai berdiskusi dan langsung mengambil stik. Ada yang memulai dengan bertanya-tanya ke teman sekelompok mengenai desainnya, sementara kelompok lain mulai sibuk merancang di atas kertas. Guru berkeliling mengamati. Ia mencatat kelompok mana yang saling berbagi tugas, mana yang berdebat sehat, dan mana yang justru bekerja sendiri.
Awalnya guru membebaskan desain agar siswa kreatif. Namun, rata-rata setiap kelompok menghasilkan desain yang mirip. Mereka memilih membentuk badan jembatan dengan cara menganyam stik es krim menjadi papan lebar, lalu mengikatkan karet pada beberapa bagian untuk memperkuat struktur. Hanya ada sedikit penyesuaian minor antara satu kelompok dan lainnya.
Setelah semua jembatan selesai, tiba saatnya uji coba pembebanan. Jembatan diletakkan di atas dua meja yang disusun berdekatan seolah-olah sungai. Salah satu perwakilan siswa yang ditunjuk kemudian mulai meletakkan botol minum di atas jembatan. Satu per satu jembatan diuji. Sebagian besar mampu menopang beban. Ada yang sedikit melengkung tapi tidak patah. Hanya ada satu kelompok yang jembatannya roboh, tapi tidak berkecil hati.
Guru memberikan apresiasi tidak hanya untuk jembatan yang kuat, tetapi juga untuk proses kerjasama yang ditunjukkan. “Lihat, kalian bisa bekerja sama dengan teman yang mungkin jarang kalian ajak bicara” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat jiwa gotong royong antar siswa. Mereka belajar bahwa kerjasama bukan hanya tentang hasil, tetapi tentang bagaimana saling mendengar, berbagi tugas, dan mencapai tujuan bersama. Semoga nilai ini terbawa menjadi jati diri mereka dalam keseharian.
*Bass
|
111x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...