
Selasa, 14 April 2026
Rimbo Bujang (MIN 4 Tebo) - Mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Pendidikan Pancasila di kelas 2B hari ini mengangkat tema sikap dan perilaku menjaga lingkungan. Materi dimulai dari lingkungan tempat tinggal siswa terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan lingkungan madrasah. Guru tidak hanya menjelaskan teori, tetapi juga mengajak siswa untuk lebih mengenal apa dan siapa saja yang ada di sekitar mereka. Beberapa siswa secara bergantian maju ke depan tanpa ditunjuk, berebut untuk mendapatkan giliran bercerita.

Pembelajaran dimulai dengan Guru Leni Yurmatuti bertanya, “Anak-anak, apa yang ada di depan rumah kalian?” Seorang siswa langsung mengangkat tangan dan setelah dipersilakan maju, ia menjawab, “Di depan rumah saya ada pohon mangga dan pohon kedondong, di seberang rumah saya ada rumah bude Jum.” Siswa lain tidak mau ketinggalan. Ia maju dan bercerita, “Di samping kanan rumah saya ada mushola. Di samping kiri ada rumah Mbah Utih dan Kakung. Di belakang rumah saya ada kandang ayam dan juga ada sapi tapi tidak ada kandangnya.”

Guru terus menggali informasi dengan pertanyaan-pertanyaan lanjutan. “Bagaimana keadaan lingkungan di sekitar rumah kalian? Apakah bersih? Apakah warga di lingkungan rumah menjaga kebersihan?” Seorang siswa menjawab dengan polos bahwa di depan rumahnya kadang masih ada sampah berserakan karena ada tetangga yang suka buang sampah sembarangan. Siswa lain mengatakan bahwa di lingkungannya warga sudah terbiasa gotong royong membersihkan selokan setiap hari Minggu.
Guru kemudian menegaskan pentingnya sikap sayang terhadap lingkungan. Ia memberi himbauan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak. “Kita harus merawat lingkungan. Caranya sederhana: jangan buang sampah sembarangan, hemat air, dan biasakan membereskan barang-barang setelah dipakai.” Guru juga menyoroti kebiasaan yang masih ditemukan pada beberapa siswa, seperti pulang sekolah langsung bermain tanpa mengganti baju, atau melepas pakaian kotor asal taruh lalu ditinggal main.
“Coba, kalau baju kotor tidak segera diletakkan di tempat cucian, nanti rumah jadi berantakan. Ibu kalian juga repot,” ujar guru. Siswa yang mendengar ada yang mengangguk, ada yang tersenyum malu. Guru juga mengingatkan tentang pentingnya memilah jenis sampah, setidaknya memisahkan sampah organik dan anorganik, meskipun di lingkungan mereka belum ada sistem pengelolaan sampah yang kompleks.
Di akhir pelajaran, guru memberikan pekerjaan rumah. Setiap siswa diminta membuat gambar sederhana rumah mereka masing-masing, lalu mendeskripsikan secara singkat apa saja yang ada di sekitar rumahnya. Tugas ini akan dikumpulkan minggu depan dan dipajang di dinding kelas.
Pembelajaran tentang lingkungan yang dimulai dari hal-hal terdekat dengan siswa terbukti lebih mudah dipahami. Dengan bercerita tentang rumah dan tetangga, anak-anak tidak hanya belajar menjaga lingkungan tetapi juga melatih keberanian berbicara di depan umum.
*Bass
|
63x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...