
Jumat, 17 April 2026
Rimbo Bujang (MIN 4 Tebo) - Sebuah inisiatif muncul dari kelas 2B. Dengan menggunakan uang kas kelas yang terkumpul, wali kelas dan siswa bersepakat membeli seperangkat buku bacaan ringan tentang akhlak terpuji beserta rak mini untuk memajangnya di ruang kelas. Keputusan ini diambil setelah mereka menyadari bahwa koleksi buku di perpustakaan madrasah masih didominasi buku pelajaran, sementara bahan bacaan ringan yang dapat meningkatkan minat baca siswa terbatas.

Rak mini berisi lima belas judul buku itu kini terpampang rapi di sudut kelas 2B. Buku-buku tersebut bergambar dan berwarna-warni, dengan cerita pendek tentang akhlak terpuji seperti berani bertanggungjawab, tolong-menolong, dan jujur. Sejak dipajang Kamis (16/4) lalu, anak-anak sudah mulai antusias membaca di waktu istirahat atau setelah selesai mengerjakan tugas.
Wali kelas 2B, Leni Yurmatuti, menjelaskan bahwa ide ini berawal dari diskusi sederhana. “Saya tanya anak-anak, mau beli apa dengan uang kas? Mayoritas bilang mau beli buku cerita. Akhirnya kami sepakat membeli satu paket buku plus raknya,” ujarnya.
Uang kas kelas 2B terkumpul dari iuran sukarela rutin berdasarkan kesepakatan sejak awal tahun pelajaran. Jumlah yang terkumpul memang tidak besar, tetapi cukup untuk membeli rak sederhana dan beberapa buku. Mereka memilih buku tentang akhlak karena materinya sesuai dengan pembiasaan karakter yang sedang ditekankan di madrasah.
Anak-anak terlihat senang. Saat istirahat, beberapa siswa langsung duduk di dekat rak dan membaca bergantian. Ada yang membaca sendiri, ada pula yang berdiskusi dengan teman tentang cerita yang dibaca. Wali kelas mengamati bahwa buku-buku itu lebih sering diambil daripada mainan yang biasanya mereka bawa dari rumah.
Tidak puas sampai di sana, siswa dan wali kelas berencana membeli karpet agar pojok baca mereka lebih nyaman. “Supaya bisa lesehan sambil baca,” kata salah satu siswa.
Perpustakaan MIN 4 Tebo memang masih kekurangan buku bacaan ringan. "Dengan adanya pojok baca di kelas, siswa jadi punya rasa memiliki yang tinggi, jadi lebih rajin membaca dan tentu saja lebih bertanggung jawab merawatnya,” ujar Leni.
Pojok baca sederhana di kelas 2B menjadi contoh bahwa keterbatasan bisa disiasati dengan kreativitas dan swadaya. Buku-buku akhlak terpuji itu tidak hanya menjadi bacaan, tetapi juga media pembentukan karakter.
*Bass
|
202x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...