
Minggu, 26 April 2026
Rimbo Bujang (MIN 4 Tebo) - Proses migrasi data ke aplikasi EMIS-GTK baru di laman dev-emisgtk.kemenag.go.id hampir tuntas. Meskipun sistem ini baru akan efektif digunakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2026/2027, salah satu tahapan penting harus segera diselesaikan sebelum 27 April 2026, yaitu pengajuan insentif bagi guru bukan aparatur sipil negara (ASN). Operator MIN 4 Tebo telah mengusulkan dua orang guru non ASN, yaitu Leni Yurmatuti dan Fajar Dwi Handayani. Sebelum proses pengajuan dapat dilakukan, informasi dasar mengenai status lembaga dan data guru harus dipastikan terlebih dahulu sesuai.
Migrasi ke EMIS-GTK baru merupakan kelanjutan dari upaya Kementerian Agama dalam menyempurnakan sistem pendataan guru dan tenaga kependidikan di lingkungan madrasah. Sebelumnya, pada awal tahun 2026 sempat diujicobakan namun terpaksa dibatalkan karena berbagai kendala teknis. Kini, pengembangan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan siap digunakan pada semester ganjil tahun ajaran 2026/2027.
Operator MIN 4 Tebo menjelaskan bahwa meskipun sistem baru belum sepenuhnya dioperasikan, ada beberapa tugas yang harus dikerjakan di platform tersebut. Salah satunya adalah pengajuan insentif untuk guru non ASN. “Ini penting karena insentif guru non ASN akan diproses melalui sistem baru. Jika datanya tidak masuk, mereka tidak akan menerima haknya,” ujarnya.
Dua guru non ASN yang diusulkan adalah Leni Yurmatuti, yang mengajar Bahasa Inggris, dan Fajar Dwi Handayani, yang mengajar Koding dan AI serta bertugas di bagian tata usaha. Keduanya telah memenuhi persyaratan administrasi. Sebelum usulan dikirim, operator memastikan bahwa data status lembaga dan data pribadi guru sudah sinkron dengan data di sistem sebelumnya.
Proses pengecekan memakan waktu cukup lama karena harus membandingkan data di EMIS 4.0 dan EMIS-GTK lama. Beberapa kali ditemukan ketidakcocokan dan terpaksa bolak-balik koreksi dan menginput data. “Kalau datanya tidak valid, pengajuan insentif akan ditolak. Jadi harus teliti,” tambahnya.
Kepala MIN 4 Tebo, Suhaimi, menyatakan bahwa madrasah berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh proses migrasi tepat waktu. “Kami tidak ingin ada guru yang kehilangan hak karena masalah administrasi. Insentif ini sangat membantu, terutama bagi guru non ASN yang selama ini mengabdi dengan keterbatasan,” ujarnya.
Dengan usulan yang telah dikirim, kedua guru non ASN tinggal menunggu proses verifikasi dan insentif diharapkan dapat cair tepat waktu.
*Bass
|
160x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...