
Sabtu, 2 Mei 2026
Rimbo Bujang (MIN 4 Tebo) - MIN 4 Tebo menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pagi ini. Seluruh peserta upacara, baik guru maupun siswa, tampil dengan busana adat tradisional dari berbagai daerah. Berbeda dengan upacara biasa, pengibaran bendera merah putih dilaksanakan ala pasukan pengibar bendera (paskibra) oleh siswa kelas 5 dan 6 yang tergabung dalam anggota paskibra desa Jaya Mulya pada peringatan 17 Agustus 2025 lalu. Upacara dimulai sedikit tertunda akibat penggantian tali tiang bendera, tetapi tetap terlaksana dengan khidmat hingga selesai. Kepala MIN 4 Tebo, Suhaimi, bertindak sebagai pembina upacara dan membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Upacara dimulai sedikit lebih lambat dari jadwal yang direncanakan karena tali tiang bendera nyaris putus saat diperiksa. Guru segera menggantinya dengan tali baru. Para peserta yang sudah berbaris rapi dengan pakaian adat terpaksa dipersilakan mengambil minum agar tidak dehidrasi karena upacara diperkirakan lebih lama dari upacara biasa setiap senin senin.


Seluruh peserta upacara mengenakan pakaian adat tradisional dari berbagai daerah. Beberapa siswa perempuan mengenakan kebaya dan kain batik, baju kurung, hingga baju adat Minang. Sementara siswa laki-laki memakai beskap dan blangkon ala Jawa, Teluk Belango khas Jambi, dan baju batik bagi yang tidak punya baju adat . Guru-guru juga tampil dengan pakaian adat Jambi.
Petugas paskibra dengan gagah berjalan tegap dalam formasi mampu menyelesaikan pengibaran bendera. Meski sudah cukup lama tidak berlatih namun cukup beberapa kali gladi saja sebelum upacara dimulai mereka mampu menyelaraskan gerakan.
Suhaimi, dalam amanatnya, membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang berisi tentang komitmen pemerintah memperkuat pembelajaran mendalam (deep learning) untuk mewujudkan pendidikan bermutu. Dalam pidato tersebut, menteri menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi proses memanusiakan manusia dengan pendekatan asah, asih, dan asuh sebagaimana ajaran Ki Hajar Dewantara.
Upacara berlangsung sekitar 45 menit. Setelah selesai, seluruh peserta dipersilakan kembali ke kelas masing-masing. Suhaimi menyampaikan bahwa peringatan Hardiknas kali ini istimewa karena melibatkan busana adat. “Ini adalah bentuk penghormatan kita terhadap budaya bangsa sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air pada siswa,” ujarnya.
Upacara Hardiknas di MIN 4 Tebo berlangsung khidmat meskipun sempat tertunda. Semangat nasionalisme dan kecintaan pada budaya lokal terpancar dari busana adat yang dikenakan. Diharapkan peringatan ini memotivasi seluruh warga madrasah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
*Bass
|
170x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...