
Minggu, 24 Mei 2026
Rimbo Bujang (MIN 4 Tebo) - Penampilan Asmaul Husna oleh siswa kelas 2 pada acara pelepasan dan perpisahan kelas 6 kemarin berlangsung syahdu. Meskipun mereka belum hafal semua dan masih harus memegang teks, lantunan 99 nama Allah tersebut mampu membuat suasana menjadi khusyuk. Asmaul Husna sendiri sudah menjadi bagian dari keseharian madrasah: muncul dalam mata pelajaran Akidah Akhlak, terpajang di dinding koridor, dan rutin dibacakan pada muhadhoroh setiap Selasa pagi.
Pembacaan Asmaul Husna merupakan salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan di MIN 4 Tebo. Setiap Selasa pagi, sebelum pembelajaran dimulai, dalam kegiatan muhadhoroh, dipandu petugas, seluruh siswa melantunkan Asmaul Husna. Selain itu, di dinding koridor kantor dan tiang-tiang kelas, terpampang 99 poster Asmaul Husna yang dapat dibaca siswa setiap saat. Hal ini bertujuan agar siswa tidak hanya hafal lafadz, tetapi juga memahami makna dari setiap nama Allah.
Mata pelajaran Akidah Akhlak juga secara khusus mengajarkan Asmaul Husna. Setiap kelas, mulai dari kelas 1 hingga 6, mendapatkan materi tentang nama-nama Allah. Pada penampilan perpisahan, guru memilih kelas 2 untuk membawakan Asmaul Husna karena suara anak-anak yang masih polos terdengar sangat syahdu.
Persiapan dilakukan selama beberapa pekan. Guru membimbing siswa melafalkan Asmaul Husna secara perlahan, memperbaiki ucapan yang kurang tepat. Karena keterbatasan hafalan, mereka sengaja diberikan teks. Yang terpenting adalah kekompakan dan penghayatan. Saat tampil, mereka berdiri di panggung, membaca bersama-sama dengan suara yang lembut. Beberapa orang tua tampak tersenyum haru.
Penampilan Asmaul Husna oleh kelas 2 ini menjadi penanda bahwa pendidikan karakter dan keagamaan di MIN 4 Tebo tidak hanya berorientasi pada hafalan, tetapi juga pada pemahaman dan penghayatan. Meskipun masih kecil, mereka sudah dikenalkan pada nama-nama Allah yang indah. Diharapkan kecintaan kepada Allah tertanam sejak dini.
Asmaul Husna yang dibawakan oleh siswa kelas 2 meskipun dengan teks tetap berhasil menyentuh hati para hadirin. Ini adalah bukti bahwa proses pembelajaran tidak harus sempurna; yang terpenting adalah usaha dan kekhusyukan. Semoga kelak ketika mereka dewasa, hafalan dan pemahaman tentang Asmaul Husna semakin mendalam.
*Bass
|
24x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...