
KEMENAG, MIN 4 TEBO — Ada sebuah kekhawatiran klasik tentang lembaga pendidikan yaitu bahwa ia bisa berubah menjadi menara gading yang terpisah dari realitas masyarakat sekitarnya. Namun kekhawatiran itu tidak pernah terbukti di MIN 4 Tebo. Sejak awal, MIN 4 Tebo telah memposisikan diri sebagai bagian yang tak terpisahkan dari lingkungan sosialnya, menjalin hubungan timbal balik yang saling menghidupi dengan warga sekitar.
Salah satu wujudnya adalah ketika madrasah membagikan paket Makan Bergizi Gratis yang tidak habis kepada warga sekitar. Apa yang tampak sebagai tindakan sederhana sejatinya menyimpan pesan mendalam, bahwa rezeki yang diterima madrasah tidak boleh berhenti di pagar, melainkan harus mengalir ke lingkungan yang lebih luas. Siswa yang melihat langsung proses pembagian itu belajar bahwa berbagi bukanlah teori di buku pelajaran, melainkan tindakan nyata yang bisa dilakukan setiap hari.
Hubungan dengan masyarakat juga terlihat dalam momen-momen keagamaan. Ketika bulan Ramadhan tiba, guru-guru MIN 4 Tebo tidak hanya sibuk dengan urusan internal madrasah. Mereka turun ke masjid dan musala di sekitar tempat tinggal, memimpin tadarus bersama ibu-ibu dan anak-anak, menjadi imam shalat tarawih, atau bergabung dalam tim Safari Ramadhan yang berkeliling ke desa-desa. Kehadiran mereka di tengah masyarakat memperkuat citra bahwa guru madrasah adalah milik komunitas, bukan hanya pegawai yang bekerja dari pagi hingga siang.
Di sisi lain, masyarakat juga menunjukkan dukungan yang membanggakan. Ketika ada kegiatan besar seperti Jambore atau perpisahan, orang tua dan warga sekitar hadir bukan sekadar sebagai penonton, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar yang ikut menyukseskan. Ada yang membantu dapur umum, ada yang menyumbang perlengkapan, ada pula yang sekadar datang untuk memberi semangat. Semua dilakukan dengan kesadaran bahwa MIN 4 Tebo adalah milik bersama.
Yang lebih membanggakan, MIN 4 Tebo juga menjadi jembatan bagi siswanya untuk mengenal dan mencintai lingkungan tempat mereka tinggal. Kolaborasi dengan perangkat desa setempat dalam acara seperti HUT Desa Jaya Mulya, di mana siswa madrasah tampil membawakan tarian dan pertunjukan, menanamkan rasa bangga terhadap identitas lokal. Siswa belajar bahwa menjadi terdidik tidak berarti tercerabut dari akar budaya sendiri.
Semoga MIN 4 Tebo terus merawat jalinan dengan masyarakat sekitar, dan semoga hubungan ini semakin menguat dari waktu ke waktu. Karena sejatinya, madrasah yang baik bukanlah yang mengisolasi diri, melainkan yang membuka tangan lebar-lebar dan menjadi bagian dari solusi bagi lingkungannya.
*Bass
|
20x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...