
KEMENAG, MIN 4 TEBO — Kata "bermain" dan "belajar" seringkali ditempatkan dalam dua kutub yang berseberangan. Bermain dianggap waktu luang, sedangkan belajar adalah waktu serius. Namun di MIN 4 Tebo, garis batas itu sengaja dikaburkan. MIN 4 Tebo telah lama membuktikan bahwa permainan bukanlah musuh pembelajaran, melainkan justru kendaraan yang paling efektif untuk mengantarkan pemahaman.
Di kelas dua, siswa belajar diagram turus bukan dengan mengisi tabel kosong di buku paket, melainkan dengan melempar dadu bergambar hewan. Setiap lemparan dicatat, setiap gambar dihitung, dan tanpa terasa mereka telah menyusun data statistik sederhana sambil bersorak-sorai. Di kelas tiga, permainan mencari harta karun digunakan untuk mengajarkan materi Akidah Akhlak. Soal-soal disembunyikan di sudut-sudut kelas, dan siswa berlomba menemukan sekaligus menjawabnya dengan benar.
Kelas lima memiliki cerita tersendiri. Untuk memahami konsep keliling segi empat, siswa tidak diminta menghafal rumus. Mereka justru diajak ke halaman, mengukur lapangan dengan langkah kaki mereka sendiri. Berapa langkah dari tiang bendera ke musala? Berapa langkah mengelilingi lapangan voli? Data yang mereka kumpulkan sendiri ini kemudian diolah di kelas, dan pemahaman tentang keliling terbentuk dari pengalaman fisik yang tidak akan terlupakan.
Permainan tradisional juga mendapatkan tempat di MIN 4 Tebo. Engklek dimainkan untuk mengenal keragaman budaya. Lompat tali menjadi media belajar tentang ritme dan koordinasi. Bahkan permainan kucing-kucingan disisipkan dalam pelajaran olahraga untuk melatih kelincahan sekaligus membangun keceriaan. Semua ini membuktikan bahwa kearifan lokal masih sangat relevan dalam pendidikan modern.
Di balik semua permainan ini, ada filosofi yang dipegang teguh yaitu siswa belajar paling baik ketika mereka tidak merasa sedang digurui. Ketika tawa pecah, ketika jantung berdebar menanti giliran, ketika tangan bergerak aktif, di situlah otak bekerja dengan kapasitas penuh. Hormon kebahagiaan yang dilepaskan selama bermain justru memperkuat daya ingat.
Semoga MIN 4 Tebo tidak pernah berhenti menyisipkan permainan dalam pembelajarannya, dan semoga semakin banyak guru yang berani menjadikan kelas mereka sebagai ruang bermain yang mendidik. Karena dari permainan lah lahir kecintaan terhadap belajar yang akan terus terbawa hingga dewasa.
*Bass
|
24x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...