
KEMENAG, MIN 4 TEBO — Di tengah budaya yang seringkali hanya merayakan keberhasilan, MIN 4 Tebo justru memberi perhatian besar pada sesuatu yang jarang dibicarakan: kegagalan. Bukan untuk dirayakan, tentu saja, melainkan untuk dipahami sebagai bagian yang sah dari proses belajar. MIN 4 Tebo meyakini bahwa kemampuan menghadapi kegagalan dengan lapang dada adalah salah satu keterampilan hidup paling penting yang harus dimiliki setiap siswa.
Praktiknya terlihat jelas dalam keseharian. Ketika seorang siswa belum tuntas dalam asesmen, tidak ada vonis bodoh yang dijatuhkan. Guru memanggil dengan suara ramah, duduk bersama, mencari tahu di mana letak kesulitannya, lalu memberikan remedial yang sifatnya membangun. Ada yang mengulang dengan pendekatan berbeda, ada yang diberi proyek pengganti, ada pula yang cukup dijelaskan ulang dengan lebih sabar. Semua dilakukan tanpa mempermalukan, karena kegagalan bukanlah aib yang harus disembunyikan.
Di arena lomba, mentalitas yang sama ditanamkan. Kontingen MIN 4 Tebo yang mengikuti Olimpiade Siswa Madrasah atau Jambore Ranting selalu diingatkan bahwa kemenangan bukanlah segalanya. Ada pelajaran berharga yang hanya bisa dipetik dari kekalahan: kerendahan hati, kemampuan menerima bahwa ada yang lebih baik, dan semangat untuk bangkit dan mencoba lagi. Guru-guru mendampingi dengan cara yang membuat siswa merasa bahwa mereka tetap berharga, apapun hasil yang dibawa pulang.
Bahkan di dalam kelas, kegagalan kecil dijadikan bahan pembelajaran. Ketika seorang siswa maju ke depan dan menjawab salah, guru tidak langsung membetulkan dengan nada menghakimi. Kesalahan itu dibahas bersama, dijadikan contoh yang bisa dipelajari seluruh kelas, dan siswa yang tadi salah justru mendapat apresiasi karena telah berani mencoba. Dengan cara ini, rasa takut untuk salah perlahan terkikis. Siswa belajar bahwa salah adalah jendela menuju benar, dan bahwa tidak ada seorang pun yang langsung pintar tanpa pernah keliru.
Pendekatan ini tidak membuat siswa menjadi longgar atau tidak serius. Justru sebaliknya, mereka menjadi lebih berani mengambil risiko, lebih gigih mencoba hal baru, dan lebih tangguh ketika hasil tidak sesuai harapan. Mereka tahu bahwa di belakang mereka ada guru-guru yang tidak akan menghukum kegagalan, melainkan membantu mereka berdiri kembali.
Semoga MIN 4 Tebo terus menjadi tempat yang aman bagi siswa untuk belajar, jatuh, dan bangkit lagi. Karena kehidupan sesungguhnya tidak akan selalu memberikan kemenangan. Tetapi mereka yang telah dilatih menghadapi kegagalan sejak kecil akan menjalani hidup dengan dada yang lebih lapang dan langkah yang lebih kokoh.
*Bass
|
21x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...