
Sabtu, 18 Juli 2026
KEMENAG, MIN 4 TEBO — Sebuah simbolisme indah terjadi pada penutupan MATAMUDA MIN 4 Tebo. Kepala Madrasah, Founder Rimbo Kompos, dan dua perwakilan murid kelas 1 bersama-sama menanam bibit buah matoa di halaman madrasah. Penanaman ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi simbol babak baru perjalanan murid baru di MIN 4 Tebo. Bibit matoa yang ditanam akan tumbuh seiring dengan perjalanan pendidikan mereka selama enam tahun ke depan.
Pohon matoa dipilih karena memiliki nilai filosofis yang dalam. Matoa adalah buah khas Papua yang mulai dikenal luas di berbagai daerah. Pohon ini melambangkan keunikan, ketahanan, dan kemampuan beradaptasi. Seperti halnya murid baru yang datang dari berbagai latar belakang, mereka akan belajar, tumbuh, dan beradaptasi dengan lingkungan madrasah. Ketika mereka lulus nanti, pohon matoa yang mereka tanam bersama akan turut tumbuh besar, menjadi saksi perjalanan mereka selama di MIN 4 Tebo.
Penanaman bibit matoa dilakukan dengan khidmat. Kepala Madrasah dan Founder Rimbo Kompos menggali lubang, lalu dua perwakilan murid kelas 1 membantu memasukkan bibit dan menimbunnya dengan tanah. Murid-murid lainnya menyaksikan dengan antusias, beberapa di antaranya ikut menanam bunga dan sayuran dari bibit yang dibawa orang tua. Suasana penuh kebersamaan dan kegembiraan terlihat di seluruh area halaman madrasah.
Selain pohon matoa, murid lainnya juga menanam berbagai jenis tanaman, mulai dari bunga hingga sayuran. Kegiatan ini mengajarkan murid tentang pentingnya merawat tanaman dan menghargai proses pertumbuhan. Mereka belajar bahwa menanam bukan hanya tentang memasukkan bibit ke tanah, tetapi juga tentang tanggung jawab untuk menyiram, merawat, dan melihatnya tumbuh. Nilai-nilai kesabaran, ketekunan, dan kepedulian terhadap lingkungan tertanam melalui kegiatan sederhana ini.
Kepala MIN 4 Tebo berharap bahwa pohon matoa yang ditanam hari ini akan menjadi kenangan abadi bagi murid baru. Enam tahun lagi, ketika mereka lulus, pohon tersebut akan tumbuh besar dan berbuah. Mereka akan melihat langsung bahwa apa yang mereka tanam pada kehadiran pertama mereka di madrasah telah memberikan hasil yang nyata. Hal ini menjadi pengingat bahwa setiap awal yang baik akan membuahkan hasil yang indah di masa depan.
Bibit matoa yang ditanam pada hari terakhir MATAMUDA menjadi simbol perjalanan murid baru di MIN 4 Tebo. Seperti pohon yang tumbuh dan berbuah, mereka juga akan tumbuh dan berkembang selama enam tahun ke depan. Semoga setiap langkah mereka di madrasah ini membawa kebaikan dan keberkahan.
*Bass
|
41x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...