Selamat Datang di Website Resmi MIN 4 TEBO # SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 4 TEBO # MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 4 TEBO JALAN SEPAKU DESA JAYA MULYA KECAMATAN RIMBO BUJANG KABUPATEN TEBO KODE POS 37553
Diposting Pada: Minggu, 25 Oktober 2026

Jadi Simbol Spiritual dan Kebudayaan, Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Peci

Jadi Simbol Spiritual dan Kebudayaan, Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Peci

Nasional
Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai tradisi bersarung dan berpeci sebagai identitas kebangsaan sekaligus busana spiritual masyarakat Indonesia. Menurutnya, selain sebagai pakaian, sarung memuat nilai persatuan, kesetaraan, dan kebebasan.

Menag menyebut warna dan motif sarung yang beragam sebagai penanda identitas daerah, sehingga budaya setiap wilayah dapat dikenali lewat busananya. "Sarung itu juga memiliki filosofis. Sarung itu (berbentuk) bundar. (Artinya) sarung itu menyatukan, sarung itu simbol kesetaraan, sarung itu adalah simbol kebebasan," ucap Menag di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Terkait peci, Menag menjelaskan bahwa itu memiliki kedudukan khusus dalam tradisi adat dan keagamaan. Menag bercerita bahwa sempat ada masanya di beberapa wilayah, peci wajib digunakan oleh orang-orang yang akan memberikan kesaksian di persidangan. Peci dipandang sebagai bagian dari kewibawaan kebenaran. Peci kemudian berkembang menjadi pakaian kebangsaan yang dipakai lintas agama dalam acara kenegaraan.

Menag mengajak insan Kemenag menjaga budaya mengenakan sarung sekaligus membesarkannya, sehingga selain mentradisi, inovasi model sarung dan peci juga terus berkembang mengikuti zaman.

"Kita dibesarkan oleh budaya. Kita juga harus membesarkan budaya itu sendiri..... Saya kira siapa lagi yang bisa memasyarakatkan kembali kalau bukan kita, Kementerian Agama?", pungkasnya.

Penguatan Tradisi Nusantara
Direktur Jenderal (Dirjen) Pesantren Kemenag, Basnang Said, mengatakan bahwa bersarung dab berpeci menjadi tradisi Nusantara yang terus dijaga pondok pesantren. Sarung dan peci bukan simbol kampungan, tapi identitas kepribadian, kesederhanaan, kedalaman ilmu, dan penjaga moral bangsa.

"Sering ada yang mengatakan (pakai sarung) itu 'kampungan', padahal (memakai) sarung adalah tradisi Nusantara......Sarung justru menjadi sebuah identitas kepribadian, kesederhanaan, kedalaman ilmu, bahkan simbol penjaga moral bangsa," tegasnya.

Keberagaman tenun sarung dari berbagai daerah juga dipandangnya sebagai wujud semangat Bhinneka Tunggal Ika. Basnang lalu mendorong pegawai Direktorat Jenderal Pesantren Kemenag dapat sering memakai kombinasi sarung dan peci saat berkantor.

Penulis: Pramudya A
Editor: M Rusydi Sani
Fotografer: Firmandan Wijaya

 


181x
Dibaca
.

Berita Lainnya:

  1. Siswa Yatim Piatu Kelas 3B MIN 4 Tebo Terima Bingkisan Peduli dari DWP Kemenag Tebo 409x dibaca
  2. Pembiasaan Positif Jelang Pulang, Siswa Kelas 1A Antri Sambil Hafalkan Surah Pendek dengan Tertib 690x dibaca
  3. Kepala MIN 4 Tebo Pimpin Rapat Persiapan Akreditasi 326x dibaca
  4. Inilah Daftar Lengkap Juara 1, 2, dan 3 MIN 4 Tebo Semester Genap Tahun Pelajaran 2025/2026 784x dibaca
  5. Amanat Pembina Upacara, Kepala MIN 4 Tebo Sambut Murid Baru dengan Pesan Kedisiplinan dan Sayang Sesama 425x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MIN 4 TEBO

Mars Madrasah