
Rabu, 08 Oktober 2025
Rimbo Bujang (MIN 4 TEBO) – Di ruang kecil yang tenang, dua guru MIN 4 Tebo duduk bersama tiga siswa laki-laki. Mereka bukan sedang dihukum, melainkan diajak berbicara dari hati ke hati. Perkelahian kecil yang terjadi sebelumnya menjadi titik awal pembelajaran penting tentang tanggung jawab dan saling menghormati di antara teman sebaya.
Koordinator Kesiswaan dan Koordinator Kurikulum memilih pendekatan dialogis, bukan teguran keras. Satu per satu siswa diajak berbicara secara terbuka mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Tidak ada nada tinggi, tidak ada ancaman. Yang hadir hanyalah kesabaran dan niat untuk membantu anak-anak memahami makna dari tindakan mereka.
Suasana berubah hangat ketika para siswa mulai berani mengungkapkan perasaan mereka. Beberapa menyesal, sebagian lainnya merasa lega setelah bisa bicara jujur. Dari sana, proses belajar emosional berjalan alami. Mereka memahami bahwa keberanian bukan diukur dari siapa yang menang dalam pertengkaran, tetapi siapa yang mampu mengakui kesalahan dan memperbaikinya.
Konseling ini menjadi contoh nyata praktik pendidikan karakter di MIN 4 Tebo. Madrasah berupaya menanamkan nilai-nilai empati, kedisiplinan, dan tanggung jawab dengan cara yang membangun. Bimbingan diberikan tidak hanya untuk menyelesaikan masalah, tetapi juga untuk menumbuhkan kesadaran diri siswa agar lebih bijak dalam bertindak.
Di akhir pertemuan, ketiga siswa saling berjabat tangan, menandai babak baru dalam persahabatan mereka. Dari peristiwa sederhana ini, MIN 4 Tebo menunjukkan bahwa mendidik bukan sekadar mengajar, melainkan menuntun dengan hati agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak dan berempati.
*Bass
|
56x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...