
Senin, 20 Oktober 2025
Rimbo Bujang (MIN 4 TEBO) – Suara takbir kembali mengalun di Musholla MIN 4 Tebo pada Senin siang, menandai dimulainya kembali kegiatan shalat Dzuhur berjamaah yang sempat vakum selama beberapa pekan. Sebelumnya, mushola madrasah difungsikan sebagai sekretariat Mahasiswa PPLK sekaligus pusat kegiatan siswa, sehingga tidak memungkinkan digunakan untuk ibadah berjamaah. Kini, dengan penataan ulang ruang, shalat jamaah dilaksanakan kembali secara terjadwal, diawali oleh siswa kelas 6A dan 3A yang shalat bersama di bawah pimpinan seorang guru laki-laki.
Kegiatan ini akan berlangsung setiap hari secara bergilir, dengan pasangan kelas yang berbeda setiap harinya, dipandu oleh guru laki-laki yang bertugas sebagai imam. Sistem gilir ini memastikan seluruh siswa di madrasah mendapat kesempatan merasakan suasana shalat berjamaah di madrasah, sekaligus melatih kedisiplinan waktu dan kekhusyukan dalam beribadah. Tidak hanya siswa, para guru juga turut serta, memberikan contoh langsung tentang pentingnya menjaga konsistensi ibadah meski dalam kesibukan mengajar.
Kembalinya shalat berjamaah bukan sekadar rutinitas agama, melainkan bagian dari upaya membangun kembali iklim spiritual yang sempat terjeda selama masa penyesuaian fasilitas. Selama mushola dialihfungsikan, shalat tetap dilakukan, namun secara individu atau kelompok kecil. Kini, dengan ruang yang kembali tersedia, madrasah memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat nilai kebersamaan, keteladanan, dan ketaatan dalam praktik ibadah harian.
Antusiasme terlihat dari cara siswa berebut mikrofon untuk menentukan siapa yang mengumandangkan Adzan. Tidak ada paksaan, namun mereka datang dengan kesadaran bahwa shalat berjamaah adalah bagian tak terpisahkan dari identitas madrasah. Bagi banyak anak, momen ini juga menjadi sarana belajar adab, kesabaran, dan tanggung jawab—mulai dari menjaga kebersihan tempat shalat hingga memastikan tidak terlambat saat azan berkumandang.
Bagi MIN 4 Tebo, keberlangsungan shalat berjamaah mencerminkan komitmen untuk menyeimbangkan aspek akademik dan spiritual dalam pendidikan. Dan dari barisan saf yang lurus, terlihat jelas bahwa nilai-nilai agama tumbuh bukan hanya dari pelajaran di kelas, tetapi dari praktik nyata yang dilakukan bersama, hari demi hari.
*Bass
|
53x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...