
Sabtu, 24 Januari 2026
Rimbo Bujang (MIN 4 Tebo) - Pemahaman tentang makanan bergizi seimbang diwujudkan secara kreatif oleh siswa Kelas 5B melalui proyek menggambar 'Isi Piringku'. Setelah menganalisis kandungan gizi, setiap siswa mendapatkan satu menu unik dari 17 pilihan berbeda untuk direpresentasikan dalam bentuk gambar yang informatif.
Pembelajaran IPAS hari ini merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya tentang organ pencernaan. Fokus beralih pada apa yang masuk ke dalam sistem pencernaan tersebut, yaitu makanan bergizi seimbang. Guru memulai sesi dengan tanya jawab aktif, mendorong siswa untuk menganalisis kandungan gizi dari makanan yang biasa mereka konsumsi sehari-hari dan menilai apakah sudah memenuhi kebutuhan harian.
Dinamika kelas berlangsung interaktif. Pertanyaan diajukan oleh sesama siswa, dan siswa lain yang mengetahui jawabannya berkesempatan untuk merespons. Metode ini melatih kemampuan berpikir kritis dan komunikasi. Diskusi mengarah pada pemahaman komponen gizi seimbang: karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan serat, serta pentingnya variasi makanan.
Setelah pemahaman konseptual terbangun, guru memberikan tugas aplikatif. Setiap dari 17 siswa dalam kelas mendapatkan satu menu unik yang telah disiapkan sebelumnya, dengan kode dari M01 hingga M17. Menu-menu ini sangat beragam, mencakup makanan pokok lokal hingga internasional, dilengkapi lauk-pauk, sayur, dan buah yang berbeda.
Tugas siswa adalah menggambarkan "Isi Piringku" mereka sesuai menu yang diterima. Dalam gambar, mereka harus mencantumkan nama makanan dan menganalisis kandungan gizinya. Meskipun bekerja secara individu, suasana kolaboratif tetap tercipta. Siswa saling berdiskusi tentang bentuk visual yang tepat untuk merepresentasikan makanan mereka, seperti bagaimana menggambar pepes ikan atau capcay.
Hampir semua siswa berhasil menyelesaikan tugas dengan tepat, hanya sedikit yang perlu perbaikan dalam hal ketepatan informasi gizi. Karya yang dihasilkan tidak hanya menarik secara visual tetapi juga kaya informasi. Proyek ini berhasil mengubah pengetahuan teoretis tentang gizi menjadi sebuah produk pembelajaran yang personal, kreatif, dan kontekstual.
Melalui pendekatan belajar yang aplikatif dan personal ini, siswa diharapkan tidak hanya paham teori gizi, tetapi juga mampu membuat pilihan makanan sehat untuk diri mereka sendiri di kehidupan sehari-hari.
*Bass
|
425x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...