
Selasa, 24 Februari 2026
Rimbo Bujang (MIN 4 Tebo) - Hari pertama Pesantren Kilat MIN 4 Tebo bersama Pondok Pesantren Al Anwar tidak hanya menghadirkan ceramah dan kuis, tetapi juga membawa perspektif baru dalam pembinaan karakter. Pembacaan Asmaul Husna dengan versi yang dilengkapi arti serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathan menjadi warna berbeda yang disambut antusias para siswa.
Salah satu momen yang paling menarik perhatian adalah ketika tim dari ponpes memimpin pembacaan Asmaul Husna. Berbeda dengan kebiasaan di madrasah yang umumnya hanya melafalkan 99 nama Allah dalam bahasa Arab, kali ini setiap nama diikuti dengan terjemahan artinya dalam bahasa Indonesia.
Seorang siswa kelas 5B, ketika ditanyai mengaku menyukai versi ini. "Biasanya hanya hafal Arabnya saja, Pak. Sepertinya yang ada terjemahan artinya ini bagus untuk dicoba." ujarnya polos. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman makna di balik lafal menjadi pintu masuk bagi penghayatan yang lebih dalam.
Tak hanya itu, sebelum memasuki inti acara, peserta pesantren kilat juga diajak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Syubbanul Wathan (cinta tanah air) yang populer di kalangan nahdliyin. Kedua lagu ini dinyanyikan dengan penuh semangat, mengingatkan bahwa nasionalisme dan kecintaan pada tanah air adalah bagian tak terpisahkan dari keimanan.


Dengan pendekatan yang bermakna dan kontekstual, Pesantren Kilat MIN 4 Tebo tahun ini diharapkan tidak hanya menambah wawasan keagamaan siswa, tetapi juga memperkuat karakter kebangsaan dan cinta tanah air.
*Bass
|
272x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...