
Sabtu, 14 Maret 2026
Rimbo Bujang (MIN 4 Tebo) - Suasana haru mewarnai ruang Kelas 5B pada Jumat (13/3) pagi. Wali kelas Puji Basuki secara mendadak mengatur siswa duduk di lantai secara berhadapan-hadapan. Satu per satu mereka diminta mengungkapkan permohonan maaf dan harapan agar masing-masing bisa berubah lebih baik. Meski diawali dengan rasa canggung dan sedikit gengsi, akhirnya beberapa pasang siswa tampak sentimentil dan berpelukan, menyadari bahwa selama ini mungkin pernah bertikai.
Sebentar lagi siswa akan menikmati libur panjang Idul Fitri hingga 29 Maret dan kembali masuk 30 Maret. Menyambut momen suci ini, guru ingin memastikan anak didiknya pulang dengan hati bersih. Tanpa pemberitahuan sebelumnya, ia meminta siswa duduk di lantai saling berhadapan dengan teman di depannya.
Aturannya sederhana, masing-masing diberi waktu 30 detik untuk mengungkapkan permintaan maaf dan harapan kepada teman di hadapannya. Boleh tentang kesalahan yang disadari, boleh juga tentang keinginan agar hubungan ke depan lebih baik. Begitu waktu habis, mereka bergeser menghadap teman berikutnya.

Awalnya, suasana kaku. Beberapa siswa hanya tersenyum canggung, ada yang menunduk, ada pula yang hanya berbisik lirih. Namun, seiring berjalannya waktu, kata-kata mulai mengalir. "Maafin aku ya kalau selama ini suka jail," ujar seorang siswa. Temannya menjawab, "Iya, aku juga minta maaf kalau suka bentak kamu." Pelukan pun terjadi di beberapa pasang.

Di bulan suci ini, MIN 4 Tebo mengajarkan bahwa Idul Fitri bukan hanya tentang baju baru dan aneka makanan yang tersedia di setiap rumah ke rumah, tetapi tentang hati yang kembali suci. Semoga libur Lebaran nanti, setiap siswa membawa kedamaian dalam diri dan keluarga.
*Bass
|
177x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...