
Senin, 16 Maret 2026
Rimbo Bujang (MIN 4 Tebo) - Setelah melalui dinamika yang cukup panjang sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) perdana di MIN 4 Tebo dimulai pada 26 Februari lalu, kualitas menu yang diterima siswa MIN 4 Tebo akhirnya menunjukkan peningkatan. Apresiasi mengalir dari para wali murid setelah distribusi Jumat (13/3) lalu, di mana paket MBG untuk empat hari dilengkapi dengan susu serta bahan makanan setengah jadi seperti ayam dan tempe ungkep. Kepala MIN 4 Tebo mengonfirmasi bahwa peningkatan ini adalah buah dari protes konstruktif dan komunikasi intensif dengan pihak SPPG Jaya Mulya.
Gelombang kritik hampir setiap hari menghiasi percakapan orang tua, baik di media sosial maupun langsung dari siswa kepada guru. Menu yang dinilai monoton—dengan telur rebus yang tak pernah absen—serta keluhan roti mendekati kadaluarsa dan buah tidak segar menjadi pemandangan umum. Ekspresi kurang puas dari siswa kelas tinggi di hari pertama distribusi menjadi alarm awal. Namun, respons guru patut diacungi jempol. Alih-alih memarahi, mereka memberikan pemahaman mendalam tentang empati dan rasa syukur. "Mungkin di antara teman-teman kalian tidak seberuntung kalian yang isi kulkasnya penuh setiap hari. Jangan sampai ekspresi ketidakpuasan kalian mempengaruhi rasa syukur teman kalian," begitu pesan seorang guru yang langsung meredam potensi ledakan emosi di kalangan siswa.
Ketika keluhan terus berlanjut dan menyentuh aspek keamanan pangan, Kepala MIN 4 Tebo, Suhaimi, turun tangan. Ia tidak tinggal diam. Dengan sigap, ia melayangkan protes langsung via telepon kepada Kepala SPPG Jaya Mulya, menuntut peningkatan kualitas. Langkah ini diperkuat oleh peran aktif guru yang ditunjuk sebagai PIC MBG. Bersama PIC dari sekolah dan madrasah lain, mereka kompak menyuarakan aspirasi di grup WhatsApp, bahkan ada yang mengancam akan menolak program jika kualitas tidak kunjung membaik.

Tekanan kolektif ini akhirnya membuahkan hasil. Pada distribusi Jumat, 13 Maret lalu, wajah-wajah siswa dan orang tua berubah ceria. Menu terbaru tidak hanya menyertakan susu, tetapi juga inovasi bahan makanan setengah jadi yang praktis diolah di rumah. Apresiasi pun bermunculan di linimasa media sosial wali murid.

Yang paling penting ditegaskan oleh pihak madrasah, MIN 4 Tebo tidak pernah menolak program MBG. Namun, madrasah juga tidak bisa membenarkan jika ada pihak yang diduga sengaja mengambil keuntungan pribadi dengan mengorbankan hak dasar anak atas makanan bergizi dan layak konsumsi.
MIN 4 Tebo berharap SPPG Jaya Mulya dapat konsisten menjaga mutu ke depan, karena anak-anak adalah generasi penerus yang harus dilindungi dengan sebaik-baiknya.
*Bass
|
159x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...