Selamat Datang di Website Resmi MIN 4 TEBO # SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 4 TEBO # MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 4 TEBO JALAN SEPAKU DESA JAYA MULYA KECAMATAN RIMBO BUJANG KABUPATEN TEBO KODE POS 37553
Diposting Pada: Sabtu, 21 Maret 2026

Sungkeman Lebaran: Integrasi Budaya Jawa dalam Praktik Keagamaan Idulfitri

Sungkeman Lebaran: Integrasi Budaya Jawa dalam Praktik Keagamaan Idulfitri

Sabtu, 21 Maret 2026
Rimbo Bujang (MIN 4 TEBO) - Tradisi sungkeman pada Idulfitri merupakan bentuk integrasi antara budaya lokal dan ajaran Islam yang berkembang dalam masyarakat Indonesia. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua melalui sikap merendahkan diri dan permohonan maaf. Dalam konteks madrasah, praktik ini memiliki keterkaitan dengan pembentukan karakter dan etika sosial siswa. Tradisi ini tetap bertahan karena memiliki relevansi nilai dalam kehidupan sehari-hari.

Secara historis, sungkeman berasal dari tradisi Jawa yang berkembang di lingkungan keraton dan kemudian diadopsi oleh masyarakat luas. Praktik ini kemudian berakulturasi dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya saling memaafkan pada Idulfitri. Dalam perkembangannya, sungkeman menjadi bagian dari tradisi Lebaran di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa nilai budaya lokal dapat berjalan seiring dengan ajaran agama.
(Sumber:https://edukasi.kompas.com/read/2023/04/27/170000571/sejarah-halalbihalal-sudah-ada-sejak-zaman-mangkunegara-i)

Secara konseptual, sungkeman memiliki makna simbolik berupa penghormatan dan pengakuan kesalahan kepada orang yang lebih tua. Posisi tubuh yang menunduk menjadi representasi dari kerendahan hati. Nilai ini kemudian diterima secara luas karena selaras dengan ajaran akhlak dalam Islam. Tradisi ini memperkuat hubungan emosional dalam keluarga.

Dalam konteks wilayah transmigrasi seperti Rimbo Bujang, sungkeman mengalami perluasan makna menjadi praktik lintas budaya. Masyarakat dari berbagai latar belakang ikut mengadopsi tradisi ini karena nilai yang dikandung bersifat universal. Hal ini menunjukkan bahwa budaya lokal dapat menjadi media integrasi sosial. Sungkeman akhirnya menjadi bagian dari praktik bersama masyarakat.

Dalam perspektif pendidikan, sungkeman dapat dimanfaatkan sebagai sarana internalisasi nilai akhlak. Siswa tidak hanya memahami konsep menghormati orang tua secara teoritis, tetapi juga melalui praktik nyata. Tradisi ini memperlihatkan hubungan antara budaya dan pendidikan karakter. Dengan demikian, sungkeman dinilai relevan dalam pembentukan perilaku siswa.

*Bass

 


251x
Dibaca
.

Berita Lainnya:

  1. Awali Tahun 2026 dengan Prestasi Membanggakan, MIN 4 Tebo Raih Dua Juara Lomba Website Madrasah Negeri Se-Provinsi Jambi 372x dibaca
  2. Yasinan di Mushola, Siswa MIN 4 Tebo Tetap Khusyuk Meski Berdesakan 104x dibaca
  3. MATSAMA Hari Kelima: Peguatan Sikap Spiritual dan Sikap Sosial 232x dibaca
  4. Jelang Jamran, MIN 4 Tebo Siapkan Tenda Baru 625x dibaca
  5. MIN 4 Tebo Ikuti Zoom Meeting Kanwil Jambi Bahas Finalisasi Pemetaan Beban Kerja Guru Madrasah 275x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MIN 4 TEBO

Mars Madrasah