
Kamis, 9 April 2026
Rimbo Bujang (MIN 4 Tebo) - Hukuman mendidik yang diterapkan madrasah bagi siswa yang melanggar tata tertib langsung menunjukkan hasil. Seorang siswa yang kemarin kedapatan tidak memakai dasi dan peci karena tertinggal di tempat kerja ibunya, hari ini tampil rapi lengkap dengan atribut. Ketika ditanya, ia menjawab dengan tersipu malu, “Langsung saya bilang ibukku untuk bawakan dasi sama peci, daripada dihukum lagi.” Meskipun secara keseluruhan kedisiplinan siswa belum seratus persen, pelanggaran mulai berkurang drastis.
Kemarin (8/4) pagi, saat guru piket berjaga di depan gerbang, seorang siswa dari kelas tinggi terlihat tidak memakai dasi dan peci. Ketika ditanya, ia mengaku lupa membawa karena kedua atribut tersebut tertinggal di tempat kerja ibunya. Sesuai aturan yang telah disepakati, namanya dicatat dalam buku hitam kedisiplinan, dan ia diminta membersihkan area sekitar gerbang dengan memungut sampah sebelum diperbolehkan masuk kelas.
Hukuman itu berjalan tanpa bentakan atau kemarahan. Guru hanya mengingatkan dengan tegas namun tetap ramah. Siswa tersebut tampak malu dan segera melaksanakan tugasnya. Ia memunguti sampah plastik dan daun kering yang berserakan, lalu membuangnya ke tong sampah. Setelah selesai, guru mempersilakannya masuk kelas dengan pesan agar besok tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Pagi ini, pemandangan berbeda terlihat. Siswa yang kemarin dihukum itu datang dengan penampilan rapi. Dasi di kerah baju, peci terpasang rapi di kepala. Guru piket yang bertugas langsung menyapanya dengan senyuman. “Wah, hari ini rapi sekali. Dengan tersipu malu, siswa itu menjawab, “Langsung saya bilang ibukku untuk bawakan dasi sama peci, daripada dihukum lagi.” Jawaban polosnya membuat guru tersenyum dan beberapa siswa lain yang mendengar ikut tertawa kecil.
Meskipun secara keseluruhan kedisiplinan siswa belum seratus persen, tetapi sudah terjadi penurunan pelanggaran yang cukup berarti. Proses ini butuh waktu. Yang terpenting, efek jeranya mulai terasa. Mereka sadar bahwa setiap pelanggaran ada konsekuensinya.
Cerita sederhana ini menjadi bukti bahwa hukuman yang bersifat mendidik dapat mengubah perilaku siswa tanpa meninggalkan trauma. Mereka belajar dari kesalahan dan berusaha memperbaiki diri. Semoga ke depan, tidak ada lagi siswa yang namanya tercatat dalam buku hitam kedisiplinan.
*Bass
|
97x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...