
Senin, 13 April 2026
Rimbo Bujang (MIN 4 Tebo) - Usai pelaksanaan upacara bendera pagi ini, kegiatan rutin pemeriksaan kedisiplinan kembali digelar. Para siswa yang kedapatan tidak mematuhi aturan berpakaian, seperti tidak memakai dasi, peci, atau atribut yang tidak lengkap, dipisahkan dari barisan umum. Mereka tidak diperkenankan langsung beristirahat seperti teman-teman lainnya yang diperbolehkan sarapan pagi menjelang pelajaran pertama dimulai. Sebagai gantinya, mereka dikumpulkan di lapangan untuk mendapatkan pembinaan intensif dari Koordinator Kesiswaan, Yahminarti.
Suasana usai upacara bendera hari Senin biasanya diisi dengan istirahat singkat bagi siswa untuk menikmati bekal sarapan yang dibawa dari rumah. Namun, bagi sebagian siswa yang dinilai belum memenuhi standar kerapian berpakaian, istirahat harus ditunda. Mereka dikumpulkan di sisi depan lapangan untuk mendapatkan pembinaan.
Yahminarti, yang merupakan koordinator bidang kesiswaan, berdiri di hadapan para siswa yang melanggar. Satu per satu ia periksa kembali kelengkapan atribut mereka. Ada yang tidak memakai dasi, ada yang lupa peci, ada pula yang seragamnya tidak dimasukkan dengan rapi. Dengan sabar namun tegas, ia mengingatkan bahwa kerapian dalam berpakaian bukan sekadar aturan yang harus dipatuhi, tetapi juga menunjukkan kesiapan siswa untuk mengikuti pembelajaran.
“Ketika kalian berpakaian rapi, itu pertanda kalian siap menerima pelajaran. Sebaliknya, jika seragam kusut, dasi tidak dipakai, rambut panjang, itu menunjukkan kalian belum siap. Coba bayangkan, guru akan masuk kelas. Kalian sebagai murid, tentu ingin diperlakukan dengan baik. Guru juga akan lebih semangat mengajar ketika melihat murid-muridnya rapi dan tertib,” ujar Yahminarti di hadapan para siswa yang diam mendengarkan.
Ia juga menyampaikan bahwa sikap terpelajar tidak hanya ditunjukkan oleh nilai akademik yang tinggi, tetapi juga oleh perilaku sehari-hari, termasuk dalam hal berpakaian. “Orang yang terpelajar itu tahu kapan harus rapi, kapan harus disiplin. Kalian sedang dilatih menjadi pribadi yang demikian. Jangan anggap remeh hal-hal kecil seperti ini,” tambahnya.
Proses pembinaan berlangsung sekitar sepuluh menit. Setelah itu, para siswa dipersilakan bergabung dengan teman-teman mereka untuk beristirahat. Meskipun waktu istirahat mereka menjadi lebih singkat, tidak ada yang terlihat mengeluh. Beberapa di antaranya mengakui bahwa mereka memang lupa atau terburu-buru berangkat pagi tadi. Yahminarti menutup pembinaan dengan pesan agar ke depan mereka lebih memperhatikan kerapian sebelum berangkat ke madrasah.
Peningkatan pemeriksaan kedisiplinan ini merupakan bagian dari upaya madrasah untuk menanamkan budaya tertib dan tanggung jawab. Dengan pembinaan yang konsisten, diharapkan para siswa semakin sadar bahwa kerapian berpakaian adalah cerminan kesiapan belajar dan sikap terpelajar yang harus mereka junjung setiap hari.
*Bass
|
87x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...