
Kamis, 23 April 2026
Rimbo Bujang (MIN 4 Tebo) - Peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April lalu tidak dapat dilaksanakan dengan upacara karena hujan. Namun, siswa tetap mendapatkan kesan mendalam melalui kegiatan yang dikemas di ruang kelas masing-masing. Seperti di kelas 2B, guru menceritakan sosok Raden Ajeng Kartini, perjuangannya dalam memajukan pendidikan perempuan, serta keteladannya. Setelah itu, siswa mewarnai gambar bertema Hari Kartini. Tidak cukup waktu di madrasah, kegiatan dilanjutkan di rumah, dengan hasil foto dikirim melalui grup WhatsApp.
Senin (21/4) pagi, hujan turun cukup deras. Upacara peringatan Hari Kartini yang sedianya digelar di halaman madrasah terpaksa dibatalkan. Namun, guru kelas 2B, Leni Yurmatuti tidak ingin momen ini berlalu begitu saja. Di dalam kelas, siswa diajak mewarnai gambar sosok pahlawan RA Kartini. Guru memulai dengan pertanyaan sederhana, “Anak-anak, siapa yang tahu Ibu Kartini?” Beberapa siswa mengangkat tangan dengan percaya diri.
Guru kemudian menceritakan kisah Kartini dengan bahasa yang sederhana. Ia menjelaskan bahwa Kartini adalah seorang pahlawan dari Jepara yang hidup pada zaman ketika perempuan tidak boleh bersekolah. Kartini berjuang agar perempuan mendapatkan hak yang sama dalam pendidikan. “Karena perjuangan Ibu Kartini, sekarang kalian bisa sekolah, bisa membaca, bisa menulis, dan bercita-cita setinggi mungkin,” ujar guru.
Siswa mendengarkan dengan antusias. Beberapa bahkan menyela dengan pertanyaan, “Ibu Kartini masih hidup?” atau “Apa Ibu Kartini cantik?” Guru menjawab dengan sabar.
Salah satu siswa yang sebelumnya tidak mengenal Kartini tiba-tiba berkomentar, “Aku pingin banget dipeluk juga sama Ibu Kartini kaya di gambar ini.” Ucapannya disambut tawa haru dari guru, menunjukkan bahwa cerita tentang Kartini membekas di hatinya. Setelah selesai bercerita, guru membagikan kertas gambar bertema Kartini. Para siswa diminta mewarnai gambar tersebut dengan krayon atau pensil warna.


Kegiatan mewarnai berlangsung hingga waktu istirahat. Namun, karena waktu tidak cukup, guru memutuskan untuk melanjutkan kegiatan di rumah. Orang tua diminta mendampingi anak menyelesaikan gambar, lalu memotret hasilnya dan mengirimkannya ke grup WhatsApp kelas. Sepanjang siang hingga malam, foto-foto hasil karya siswa berdatangan.
Meskipun tidak ada upacara, peringatan Hari Kartini di kelas 2B berlangsung bermakna. Siswa belajar tentang perjuangan seorang pahlawan yang memperjuangkan hak perempuan. Kekaguman mereka pada Kartini diharapkan menumbuhkan semangat untuk rajin belajar dan tidak mudah menyerah.
*Bass
|
188x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...