
Minggu, 3 Mei 2026
Rimbo Bujang (MIN 4 Tebo) - Mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas 3B pada Kamis (30/4) lalu dikemas dengan permainan yang seru. Materi tentang penggunaan huruf kapital tidak diajarkan dari nol karena sebagian besar siswa sudah mengetahui aturan dasarnya di semester 1. Kali ini, pembelajaran lebih fokus pada penguatan aplikasi huruf kapital dalam kalimat sehari-hari. Guru menggunakan permainan dengan lagu "Balonku Ada Lima" untuk memilih siswa yang akan menjawab soal.
Siswa duduk melingkar di lantai kelas. Guru menyiapkan selembar kertas berisi soal yang digulung. Kertas tersebut diedarkan ke teman di sebelahnya sambil semua siswa menyanyikan lagu "Balonku Ada Lima". Ketika lagu berhenti (dor), siswa yang sedang memegang kertas itulah yang harus menjawab soal. Jika jawabannya benar, permainan dilanjutkan. Jika salah, siswa tersebut harus menyanyi di tengah lingkaran sebagai konsekuensi yang ringan.
Antusiasme siswa sangat tinggi. Suasana menjadi tegang dan deg-degan setiap kali lagu mendekati akhir. Pecah tawa ketika ada siswa yang tidak bisa menjawab dan harus menyanyi di tengah lingkaran. Beberapa contoh soal yang diberikan antara lain: "Dina berlibur ke bali Naik Kereta Api" (tulisan yang salah kapitalnya perlu diperbaiki). Jawaban yang benar adalah "Dina berlibur ke Bali naik kereta api" dengan huruf kapital pada awal kalimat dan nama tempat (Bali), serta kata "naik" yang tidak perlu kapital.
Soal lainnya: "Kereta Api Argo Bromo Anggrek pertama kali beroperasi pada tahun 1997 sebagai bagian dari layanan kereta eksekutif unggulan di pulau Jawa". Siswa diminta menemukan kesalahan: kata "pulau Jawa" seharusnya "Pulau Jawa" karena merupakan nama tempat. Soal berikutnya: "Kereta Api Argo Bromo Anggrek merupakan salah satu layanan kereta api jarak jauh paling populer di Indonesia." (tulisan sudah benar). Soal terakhir: "Kereta ini melayani Rute strategis" – kesalahan pada kata "Rute" yang seharusnya ditulis dengan huruf kecil "rute" karena bukan nama tempat atau awal kalimat.
Guru menjelaskan bahwa aturan huruf kapital yang penting diingat antara lain: digunakan untuk huruf pertama awal kalimat, nama orang, nama tempat geografis, nama lembaga, dan nama hari atau bulan. Dengan permainan ini, siswa tidak mudah bosan dan lebih mudah mengingat karena belajar sambil bermain.
Pembelajaran penguatan huruf kapital dengan permainan berhasil meningkatkan partisipasi dan antusiasme siswa. Mereka tidak hanya menghafal aturan, tetapi juga mempraktikkan langsung dalam suasana yang menyenangkan. Metode seperti ini akan terus digunakan untuk materi-materi lain yang bersifat penguatan.
*Bass
|
147x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...