
Minggu, 14 Juni 2026
KEMENAG, MIN 4 TEBO — Revitalisasi madrasah menjadi bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp13,28 triliun untuk pembangunan dan renovasi 17.573 satuan pendidikan di seluruh Indonesia, termasuk madrasah. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat meninjau pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Madrasah di MTsN 1 Kota Bogor, Rabu (10/6/2026).
Kunjungan tersebut dihadiri oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Suyitno, Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU Kuswara, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, serta sejumlah pejabat Kemenag lainnya. Menko PMK Pratikno menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilakukan tanpa dukungan sarana pendidikan yang memadai. Karena itu, revitalisasi satuan pendidikan dijadikan sebagai salah satu program prioritas nasional.
Pratikno menyatakan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan merupakan prioritas Presiden dalam pembangunan sumber daya manusia, dan madrasah harus mendapatkan perhatian yang sama serta tidak boleh tertinggal. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan harus dilakukan secara merata, termasuk di lembaga pendidikan keagamaan yang selama ini memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi bangsa. Pemerintah pada tahun 2025 telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp13,28 triliun untuk pembangunan dan renovasi 17.573 satuan pendidikan. Program tersebut berlanjut pada tahun 2026 sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kualitas manusia Indonesia.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyambut baik perhatian pemerintah terhadap madrasah. Menurutnya, kebijakan revitalisasi menunjukkan bahwa pemerintah memandang madrasah sebagai bagian penting dalam sistem pendidikan nasional. Menag menegaskan bahwa pemerintah, dalam hal ini Presiden Prabowo, benar-benar memberikan perhatian kepada pendidikan tanpa membedakan. Semua diberikan prioritas agar anak-anak senang belajar, guru senang mengajar, dan masyarakat puas dengan hasilnya.
Lebih lanjut, Menag menekankan bahwa revitalisasi madrasah bukan hanya soal pembangunan fisik gedung, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi generasi masa depan. Jika ruang belajar nyaman, anak-anak akan lebih semangat belajar, guru lebih tenang mengajar. Dari ruang-ruang seperti itulah diharapkan lahir generasi yang unggul, cerdas, dan berkarakter.
Dengan alokasi anggaran yang besar dan komitmen pemerintah yang jelas, diharapkan revitalisasi madrasah dapat berjalan efektif. MIN 4 Tebo dan madrasah lainnya di seluruh Indonesia menantikan realisasi program ini demi peningkatan kualitas sarana pendidikan.
*Bass
|
119x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...