
KEMENAG, MIN 4 TEBO — Ada satu pemandangan yang sering muncul di kelas-kelas MIN 4 Tebo dan mungkin dianggap terlalu biasa untuk dicatat: siswa berbagi makanan dengan temannya. Sepotong kue, sebungkus snack, atau sebutir permen yang berpindah dari satu tangan ke tangan lain. Sekilas ini hanyalah urusan anak-anak. Namun jika ditelisik lebih dalam, dari tindakan sederhana inilah benih-benih kepedulian sosial mulai tumbuh.
Budaya berbagi di MIN 4 Tebo tidak muncul begitu saja. Ia adalah hasil dari pembiasaan yang ditanamkan sejak dini. Guru-guru kerap mengingatkan bahwa rezeki yang dimiliki sebaiknya tidak dinikmati sendirian. Bahwa ada teman di sebelah yang mungkin tidak membawa bekal, atau yang menatap makanan kita dengan mata berharap. Dari pengingat-pengingat kecil inilah, kebiasaan berbagi perlahan menjadi karakter.
Puncak dari budaya ini biasanya terjadi di momen-momen khusus. Saat Lebaran usai, seluruh kelas menggelar makan bersama dengan kue-kue kering yang dibawa dari rumah masing-masing. Siswa saling tukar, saling mencicipi, dan tidak ada yang merasa lebih atau kurang. Di bulan Ramadhan, kebiasaan berbagi takjil melibatkan tidak hanya guru, tetapi juga siswa. Ratusan paket makanan ringan disiapkan dan dibagikan kepada masyarakat sekitar.
Yang lebih membanggakan, semangat berbagi ini tidak hanya terbatas pada makanan. Ketika ada bencana di daerah lain, siswa MIN 4 Tebo bergerak menggalang donasi. Uang jajan yang seharusnya untuk membeli snack disisihkan, dimasukkan ke dalam amplop, dan dikumpulkan untuk saudara-saudara yang membutuhkan. Jumlahnya mungkin tidak besar, tetapi nilainya luar biasa karena lahir dari kerelaan hati.
MIN 4 Tebo memahami bahwa kepedulian sosial bukanlah materi pelajaran yang bisa diajarkan dalam satu atau dua jam. Ia harus dirasakan, dipraktikkan, dan dijadikan bagian dari gaya hidup. Berbagi snack hari ini mungkin tampak remeh, tetapi dari sinilah kelak akan lahir generasi yang ringan tangan membantu sesama, yang peka terhadap kesulitan orang lain, dan yang tidak egois dalam menikmati rezekinya.
Semoga tradisi berbagi di MIN 4 Tebo terus lestari dan menular ke setiap generasi baru. Karena sejatinya, tangan yang terbiasa memberi akan selalu lebih kaya daripada tangan yang hanya menerima.
*Bass
|
35x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...