
KEMENAG, MIN 4 TEBO — Ada satu pemandangan yang tidak terlihat oleh siswa maupun orang tua, tetapi menjadi nadi utama yang membuat MIN 4 Tebo terus berdetak sehat: kolaborasi di antara para guru. Mengajar seringkali dibayangkan sebagai pekerjaan soliter, seorang guru sendirian di depan kelas menghadapi puluhan siswa. Namun di MIN 4 Tebo, mengajar adalah kerja tim, dan di situlah letak kekuatannya.
Kolaborasi itu terlihat dalam berbagai wujud. Ketika seorang guru harus mengikuti pelatihan atau mendampingi siswa ke ajang lomba, guru lain secara sukarela mengambil alih kelas yang ditinggalkan. Tidak ada istilah kelas kosong tanpa kehadiran guru di MIN 4 Tebo, karena dedikasi untuk saling menutupi kekosongan telah menjadi budaya. Siswa tetap belajar, dan guru yang bertugas di luar tetap tenang karena tahu ada rekan yang menjaga.
Dalam penyusunan soal asesmen, kolaborasi juga menjadi kunci. Guru-guru duduk bersama, membahas kisi-kisi, menyelaraskan tingkat kesulitan, dan memastikan soal yang dibuat tidak hanya mengukur hafalan tetapi juga pemahaman. Seksi naskah memeriksa ulang setiap butir soal sebelum digandakan, menghindari kesalahan yang bisa merugikan siswa. Semua dilakukan bersama, karena tanggung jawab terhadap mutu pendidikan adalah tanggung jawab kolektif.
Momen paling mengharukan adalah ketika seorang guru menghadapi masa sulit, dan rekan-rekannya hadir sebagai penopang. Baik itu urusan pribadi, beban pekerjaan yang menumpuk, atau sekadar kelelahan yang butuh didengar, selalu ada ruang untuk saling menguatkan. Inisiatif iuran untuk membantu siswa kurang mampu, gotong royong membersihkan perpustakaan hingga sore, atau sekadar bermain tenis meja bersama di waktu jeda untuk mencairkan ketegangan, semua ini adalah perekat yang membuat hubungan di MIN 4 Tebo melampaui sekadar rekan kerja.
Kolaborasi ini juga merambah ke ranah supervisi. Kepala madrasah tidak hanya mengawasi, tetapi juga menunjuk guru senior untuk melakukan supervisi sejawat, menciptakan budaya saling belajar yang egaliter. Guru yang disupervisi tidak merasa dihakimi, karena tujuannya adalah pendampingan, bukan pencarian kesalahan.
MIN 4 Tebo telah membuktikan bahwa madrasah yang hebat tidak hanya bergantung pada satu atau dua guru bintang. Ia bergantung pada tim yang solid, yang saling percaya, dan yang meyakini bahwa tujuan besar hanya bisa dicapai dengan bergandengan tangan. Semoga semangat kolaborasi ini terus terjaga.
*Bass
|
27x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...