
KEMENAG, MIN 4 TEBO – Memasuki pekan pertama tahun ajaran baru yang dimulai pada 13 Juli lalu, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Tebo mengelar serangkaian kegiatan asesmen diagnostik, baik non-akademik maupun akademik di seluruh tingkatan kelas. Langkah strategis ini diambil guna memetakan kesiapan serta kemampuan dasar para murid sebelum kegiatan belajar mengajar berjalan secara efektif.
Salah satu fokus utama dalam asesmen awal ini adalah pemetaan kemampuan literasi dan kelancaran membaca murid yang disesuaikan dengan tingkatan kelasnya masing-masing.
Di Kelas 2B, Wali Kelas Leni Yurmatuti, S.Pd., menerapkan pendekatan pengujian membaca individu satu per satu. Dari sesi pertama yang diikuti 15 murid, terdata 11 murid telah memiliki kelancaran membaca yang sangat baik, sementara 4 murid lainnya sudah mampu mengenali kata namun membutuhkan latihan tambahan. Sebagai bentuk intervensi suportif, keempat murid tersebut dibekali buku bacaan khusus untuk dibawa pulang agar dapat dilatih di rumah sebelum dilanjutkan dengan tes dikte dan berhitung pada hari berikutnya.
Sementara itu, pendekatan yang lebih dinamis dan terukur diterapkan di tingkat kelas tinggi. Di Kelas 5B, Wali Kelas Puji Basuki, S.Pd.I, melangsungkan asesmen menggunakan metode membaca cepat 10 detik berbasis penunjuk waktu (timer). Dari total 17 murid yang diuji, sebanyak 5 murid mampu mencapai ketepatan hingga 35 kata dalam 10 detik, mayoritas murid berada di rata-rata 25 hingga 30 kata, dan hanya 2 murid yang berada di bawah 20 kata.
Penerapan asesmen diagnostik dengan metode yang terdiferensiasi ini menunjukkan komitmen MIN 4 Tebo dalam menghadirkan pembelajaran yang berpusat pada kebutuhan murid. Melalui pemetaan data yang akurat sejak hari pertama sekolah, para guru dapat merancang strategi pendampingan yang tepat sasaran sehingga seluruh murid dapat tumbuh dan berkembang sesuai potensinya.
*Bass
|
25x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...