
KEMENAG, MIN 4 TEBO – Menjelang pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kabupaten Tebo pada 9 September mendatang, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 4 Tebo kian mengintensifkan program pendampingan bagi para murid utusan madrasah. Guna memaksimalkan waktu persiapan yang kian terbatas, tim pembina menerapkan pola bimbingan hybrid yang menggabungkan simulasi tatap muka dan latihan mandiri secara daring.
Pada sesi pagi di lingkungan madrasah, para peserta OMI bidang IPAS Terintegrasi mengikuti simulasi ujian berbasis Komputer/Android (CBT). Mengingat kebijakan madrasah yang melarang murid membawa telepon genggam, proses simulasi CBT ini memanfaatkan perangkat Android milik para guru pendamping. Langkah ini bertujuan agar para murid terbiasa dengan antarmuka dan mekanisme teknis ujian digital.
Selain simulasi sistem CBT, sesi tatap muka juga diisi dengan pendalaman modul materi esensial selama kurang lebih satu jam. Pembina membedah kembali konsep-konsep kunci dan memberikan analisis penyelesaian masalah atas kendala yang ditemui murid saat pengerjaan simulasi.
Penguatan materi tidak berhenti di lingkungan madrasah. Pada malam harinya, tim pembina secara konsisten mengirimkan tautan soal-soal latihan baru untuk dikerjakan para murid secara mandiri dari rumah. Pola pendampingan berkelanjutan ini dirancang untuk mengasah ketelitian, kecepatan berpikir, serta kemandirian murid dalam memecahkan variasi soal tingkat tinggi.
Penerapan strategi bimbingan hybrid yang adaptif ini menegaskan keseriusan MIN 4 Tebo dalam memfasilitasi kebutuhan akademik para murid. Melalui kolaborasi yang solid antara pembina, fasilitas madrasah, dan dukungan dari orang tua murid di rumah, kontingen MIN 4 Tebo optimistis dapat meraih hasil terbaik pada helatan OMI 2026.
*Bass
|
42x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...