
KEMENAG, MIN 4 TEBO - Pembelajaran Matematika secara daring bagi siswa kelas 5B MIN 4 Tebo tetap berlangsung interaktif dan kontekstual pada Kamis, 1 Oktober 2026. Di bawah bimbingan guru kelas Puji Basuki, para siswa diajak mempraktikkan langsung pembuktian konsep Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dengan mengumpulkan serta mengelompokkan benda-benda konkret yang ada di lingkungan rumah masing-masing.
Metode penugasan mandiri berbasis proyek rumah ini dirancang agar pengalihan KBM akibat dampak asap tidak menyurutkan pemahaman konsep matematis siswa. Tugas diawali dengan meminta murid menyiapkan sejumlah benda berhitung sederhana seperti kerikil, daun kering, tutup botol, kelereng, stik es krim, hingga wadah bekas seperti gelas plastik, piring, atau kantong plastik.
Dalam instruksi tugasnya, siswa diminta membagi sekumpulan benda dengan jumlah berbeda ke dalam beberapa wadah tanpa ada sisa. Setiap wadah harus berisi kombinasi benda dalam jumlah yang sama, di mana banyaknya wadah terbanyak yang digunakan merupakan representasi nyata dari nilai FPB bilangan tersebut.
Para murid terlihat memanfaatkan berbagai media kreatif di rumah, mulai dari menyusun telur pada keranjang, daun kering di piring, hingga batangan kayu pada gelas plastik. Hasil pembuktian fisik tersebut kemudian dicatat pada buku tugas dan didokumentasikan dalam bentuk foto untuk dikirimkan kepada guru melalui grup WhatsApp kelas.
Melalui implementasi fungsi FPB menggunakan benda nyata di rumah ini, siswa kelas 5B tidak sekadar menghafal rumus matematis. Pemanfaatan media konkret diharapkan membantu peserta didik memahami esensi pembagian sama rata secara visual dan aplikatif.
*Bass
|
308x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...