
Jumat, 17 Oktober 2025
Rimbo Bujang (MIN 4 TEBO) – Siswa kelas 3B MIN 4 Tebo mengikuti pembelajaran matematika dengan pendekatan berbeda pada Jumat pagi. Di bawah bimbingan guru Risma Handayani, mereka belajar menentukan nilai yang belum diketahui dalam kalimat matematika melalui permainan berbasis poin. Sebagai bentuk apresiasi, setiap poin yang dikumpulkan dapat ditukarkan dengan gambar es krim yang ditempel di buku gambar—bukan es krim sungguhan, melainkan simbol pencapaian yang dirancang agar menarik bagi anak usia sekolah dasar.
Kegiatan ini bertujuan membantu siswa memahami penjumlahan bilangan cacah hingga 100 melalui konteks yang menyenangkan. Satu kelas dibagi menjadi tiga kelompok besar. Di meja depan, soal-soal telah disiapkan dalam tiga tingkat kesulitan: mudah (5 poin), sedang (10 poin), dan sulit (20 poin). Perwakilan kelompok memilih soal sesuai kemampuan timnya, lalu mengerjakannya bersama. Jika jawaban benar, poin dikumpulkan; jika salah, kelompok diberi kesempatan memilih soal lain setelah memperbaiki pemahaman.
Setelah berhasil menjawab, kelompok menukarkan poin dengan gambar es krim berwarna-warni yang sesuai nilainya—misalnya, soal sulit menghasilkan gambar es krim lebih besar atau lebih banyak. Gambar-gambar tersebut ditempel di buku gambar masing-masing kelompok sebagai dokumentasi capaian. Kelompok dengan total poin tertinggi dinobatkan sebagai pemenang. Sistem ini mendorong siswa untuk berani mencoba tantangan sekaligus belajar dari kesalahan tanpa tekanan.
Suasana kelas terasa hidup namun tetap fokus. Siswa saling berdiskusi, memeriksa ulang perhitungan, dan antusias saat menempel gambar es krim hasil kerja keras mereka. Aktivitas ini tidak hanya melatih kemampuan berhitung, tetapi juga membangun kolaborasi, ketekunan, dan kepercayaan diri dalam memecahkan masalah matematika. Guru memastikan setiap anak memahami proses logis di balik setiap jawaban, bukan sekadar mengejar poin.
Dengan memanfaatkan elemen visual dan sistem reward simbolis, MIN 4 Tebo menciptakan ruang belajar yang menghargai proses sekaligus menyenangkan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa kreativitas dalam mengajar bisa mengubah persepsi siswa terhadap matematika—dari pelajaran yang menakutkan menjadi tantangan yang layak dirayakan, meski hanya dengan selembar gambar es krim.
*Bass
|
45x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...