Selamat Datang di Website Resmi MIN 4 TEBO # SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 4 TEBO # MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 4 TEBO JALAN SEPAKU DESA JAYA MULYA KECAMATAN RIMBO BUJANG KABUPATEN TEBO KODE POS 37553
Diposting Pada: Selasa, 17 Februari 2026

Ramadhan Berbakti Ala MIN 4 Tebo: Berkah Ramadhan Tumbuhkan Kepedulian

Ramadhan Berbakti Ala MIN 4 Tebo: Berkah Ramadhan Tumbuhkan Kepedulian

Selasa, 17 Februari 2026
Rimbo Bujang (MIN 4 Tebo) - Ada satu pemandangan yang barangkali sudah terlalu akrab di mata kita: anak-anak yang duduk diam, asyik dengan layar gawai di tangan, selama berjam-jam. Apalagi saat libur tiba. Keluhan para orang tua pun menjadi refrain yang berulang setiap tahun—termasuk menjelang Ramadhan. "Anak di rumah lebih banyak main HP daripada bantu-bantu," begitu kira-kira sumbang suara yang sering terdengar di percakapan.

Keresahan ini bukan tanpa dasar. Data Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan mencatat, rata-rata screen time masyarakat Indonesia mencapai 7,5 jam per hari, salah satu yang tertinggi di dunia . Dampaknya pun sudah terlihat. Pemerhati kebijakan pendidikan dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Dr. V. Luluk Prijambodo, mengingatkan bahwa libur panjang kerap memicu peningkatan gangguan konsentrasi dan gejala mirip ADHD pada anak akibat terlalu lama terpapar layar. Mereka sulit fokus, mudah terdistraksi, dan ritme belajar yang terstruktur terasa asing saat kembali ke sekolah .

Fenomena inilah yang menjadi pangkal kegelisahan para pendidik di MIN 4 Tebo. Bukankah Ramadhan, yang notabene adalah bulan pendidikan dan latihan (syahru tarbiyah), justru bisa menjadi momentum untuk menggeser orientasi anak dari dunia maya ke dunia nyata? Dari sekadar menelusuri linimasa, menjadi menapaki jejak bakti di rumah sendiri?

Ramadhan dan Panggilan Berbakti
Dalam hiruk-pikuk kehidupan modern, nilai-nilai luhur sering tergerus oleh derasnya arus informasi instan. Di sinilah Ramadhan hadir sebagai oase. Lebih dari sekadar menahan lapar dan dahaga, bulan suci ini mengajak kita untuk mindful—sadar penuh terhadap apa yang kita pikirkan, rasakan, dan lakukan . Kesadaran ini, jika ditanamkan pada anak, akan menjadi fondasi karakter yang kokoh .

Salah satu pilar karakter paling utama dalam Islam adalah birrul walidain—berbakti kepada orang tua. Birrul Walidain berarti berbuat baik kepada kedua orang tua. Dalam konteks syariat Islam, berbuat baik ini tidak hanya terbatas pada ucapan, tetapi juga tindakan, sikap, dan perhatian yang diberikan kepada orang tua, baik mereka masih hidup maupun telah wafat.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra’ ayat 23:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.”
Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah SAW pernah ditanya tentang amalan yang paling utama. Beliau menjawab, "Shalat pada waktunya." Lalu apa lagi? "Berbakti kepada kedua orang tua," jawab Nabi. Kemudian apa? "Jihad di jalan Allah" (HR. Bukhari dan Muslim) . Subhanallah, posisi berbakti kepada ayah dan ibu bahkan setara dengan amalan jihad yang sangat mulia.

Bahkan, dalam hadits riwayat At-Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim, Nabi SAW menegaskan, "Ridha Allah berada pada ridha kedua orang tua, dan murka-Nya berada pada murka keduanya" . Ini menunjukkan betapa eratnya kaitan antara hubungan vertikal dengan Sang Khalik dan hubungan horizontal dengan orang tua. Doa seorang ibu untuk anaknya adalah doa yang mustajab . Dan surga, sebagaimana ungkapan masyhur, benar-benar berada di bawah telapak kaki ibu (HR. An Nasai, Al Hakim, dan Ath Thabrani) .

Dengan segala kemuliaan itulah, kita patut merenung. Sudahkah kita menjadikan Ramadhan sebagai madrasah untuk melatih anak-anak kita berbakti? Ataukah kita biarkan mereka larut dalam layar, sementara ibu sibuk di dapur dan ayah lelah sepulang kerja?

Berangkat dari kegelisahan dan landasan nilai tersebut, MIN 4 Tebo mencoba menawarkan sebuah terobosan kecil namun diharapkan bermakna. Bertajuk "Ramadhan Berbakti", program ini dirancang khusus untuk sepanjang bulan puasa.

Nantinya, setiap siswa akan mendapatkan selembar kertas agenda Ramadhan. Bedanya dengan agenda biasa, lembar ini tidak hanya berisi daftar tilik ibadah ritual seperti shalat fardhu, shalat Tarawih, atau tadarus Al-Qur'an. Ada satu kolom istimewa yang harus diisi setiap hari oleh orang tua: "Kegiatan Positif Membantu Orang Tua".

Kolom inilah yang menjadi pembeda. Di sini, anak-anak tidak dinilai dari seberapa khusyuk mereka, tetapi dari seberapa nyata mereka hadir membantu di rumah. Apakah mereka menyapu tanpa disuruh? Apakah mereka membantu ibu menyiapkan piring berbuka? Apakah mereka merapikan tempat tidur sendiri? Atau sekadar menemani adik belajar? Semua itu akan tercatat.

Guru telah menyusun format agenda ini dan sengaja didesain dalam bentuk selembar kertas praktis agar mudah digunakan. Guru Kelas 3 pun telah diinstruksikan untuk memaksimalkan materi fikih tentang puasa Ramadhan sebagai penilaian kokurikuler, sehingga apa yang dipelajari di kelas terhubung langsung dengan praktik di rumah.

Yang paling ditekankan dari program ini bukanlah kelengkapan checklist, melainkan kejujuran anak dan orang tua dalam mengisi. Karena tujuan akhirnya bukan sekadar nilai rapor, melainkan tertanamnya kebiasaan membantu, sikap mandiri, dan terutama—kesadaran bahwa berbakti kepada orang tua adalah ibadah yang setara dengan jihad.

Psikolog anak Sani B. Hermawan dari Universitas Indonesia pernah mengingatkan, memberikan ancaman atau hukuman pada anak yang belum mampu berpuasa justru bisa menimbulkan rasa takut . Sebaliknya, ciptakan suasana positif dengan melibatkan mereka dalam persiapan Ramadhan . Program "Ramadhan Berbakti" ini adalah salah satu bentuk pelibatan itu. Anak tidak merasa diperintah, tetapi diajak untuk menjadi bagian dari kehangatan keluarga selama bulan suci.

Ramadhan tahun ini, mari kita jadikan bukan hanya bulan menahan lapar, tetapi juga bulan menumbuhkan rasa. Rasa sayang kepada orang tua yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga kita semua, anak-anak dan orang tua, dapat meraih ridha Allah melalui pintu surga yang paling baik: pintu berbakti kepada ayah dan ibu. Selamat ber-Ramadhan Berbakti.

*Bass

 


346x
Dibaca
.

Berita Lainnya:

  1. Guru dan Siswa MIN 4 Tebo Tata Ulang Ruang UKS/M untuk Kenyamanan Lebih Baik 235x dibaca
  2. Selangkah Lebih Dekat Menuju TKA 2026, Kepala Kemenag Tebo Tandatangani Daftar Nominasi Tetap MIN 4 Tebo 350x dibaca
  3. MIN 4 Tebo Kembali Gelar Latihan Pioneering, Fokus pada Kecepatan dan Ketangkasan 51x dibaca
  4. ASAS di Kelas 1 dan 2 MIN 4 Tebo Dilaksanakan dengan Suasana Santai dan Mendukung 51x dibaca
  5. Guru Kelas 5B MIN 4 Tebo Ajarkan Siswa Belanja Online sebagai Bagian dari Literasi Digital 63x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MIN 4 TEBO

Mars Madrasah