
Senin, 27 April 2026
Rimbo Bujang (MIN 4 Tebo) - Workshop pembelajaran deep learning dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) resmi digelar. Bertempat di MIS Darul Hikmah, yang berada di bawah Yayasan Pondok Pesantren Tanwirul Qulub, Desa Sumbersari (Unit 11), Kecamatan Rimbo Ulu. Kegiatan dibuka pada pukul 08.30 di pendopo semi outdoor dan dihadiri oleh seluruh kepala madrasah serta masing-masing tiga guru dari 18 madrasah yang tergabung dalam Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Wilayah Barat, yang mencakup Kecamatan Rimbo Bujang, Rimbo Ulu, dan VII Koto.
Acara pembukaan dimulai dengan sambutan dari pimpinan Pondok Pesantren Tanwirul Qulub, Kyai M. Ali Mashuri. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir dan memohon maaf jika dalam pelayanan selama kegiatan kurang maksimal. Ia juga menegaskan bahwa yayasan pondok pesantren siap mendukung seluruh lembaga di bawah yayasannya. “MI Darul Hikmah selaku tuan rumah jangan khawatir acara ini akan gagal. Ada SMP dan SMK yang siap membantu,” ujarnya. Tanwirul Qulub memiliki lembaga pendidikan formal lain selain MI Darul Hikmah, yaitu SMP dan SMK.
Selanjutnya, Ketua KKMI Wilayah Barat, Suhaimi yang juga Kepala MIN 4 Tebo, menyampaikan harapannya agar peserta mengikuti kegiatan hingga akhir. “Jangan bolos. Sebanyak ini yang mengikuti pembukaan, sebanyak ini pula yang menyelesaikan hingga penutupan,” tegasnya. Ia mengingatkan bahwa workshop ini sangat penting untuk pengembangan kurikulum di madrasah masing-masing.
Pengawas Madrasah Ibtidaiyah Mauzi kemudian memberikan sambutan sekaligus mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tebo yang berhalangan hadir untuk membuka acara secara resmi. “Guru yang hadir hari ini diharapkan action-nya di madrasah masing-masing.” pesannya.
Pukul 09.00, kegiatan dilanjutkan dengan materi pertama tentang Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Materi disampaikan oleh Suyoto, Pengawas sekolah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tebo (Kemendikdasmen). Ia menjelaskan konsep deep learning yang menekankan pada pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Menjelang istirahat, pukul 11.45, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Kemenag Tebo, Rawanuddin, hadir dan memberikan penguatan.
Rawanuddin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop ini. “Kita bersyukur sekali memiliki Menteri Agama yang paham betul nilai-nilai keislaman yang diajarkan Rasulullah, kemudian dituangkan dalam bentuk program nyata KBC,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa hasil dari program ini mungkin tidak bisa instan. “Mungkin 10, 20 tahun hasilnya baru akan terasa, tapi kita harus memulainya,” tuturnya.
Sesi pagi workshop berlangsung hingga pukul 12.00, kemudian dilanjutkan dengan istirahat dan salat dzuhur. Materi kemudian dilanjutkan pada sesi siang pukul 13.00 hingga pukul 16.00. Workshop ini rencananya berlangsung selama dua hari, dengan agenda pada hari kedua akan membahas implementasi KBC secara lebih rinci.
*Bass
|
191x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tebo dan Sekitarnya
Memuat tanggal...